alexametrics

Saksi dari Polri Klaim Terdakwa Angin Prayitno Sosok Sederhana

8 Desember 2021, 09:16:18 WIB

JawaPos.com – Anggota Polri Taufan Arif Nugroho menyampaikan, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji tak pernah mengajarkan hidup pemborosan. Hal ini disampaikan Taufan saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan perpajakan.

“Saya selalu didik dengan sederhana,” kata Taufan yang merupakan anak dari Angin Prayitno Aji saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (7/12).

Taufan menyebut, ayahnya tidak pernah mengajarkannya untuk hidup boros. Dia mengklaim, uang jajan yang diberikan selalu terbatas, sehingga membuatnya bisa hidup dengan sederhana.

“Iya, sama juga (perlakuan ke keluarga lain),” ungkap Taufan.

Dalam persidangan ini, Jaksa KPK juga menghadirkan saksi sekaligus wiraswasta M Fatoni. Dia mengaku sempat mendapat pesan untuk bekerja sama dengan Angin Prayitno Aji.

“Ada satu SMS (WhatsApp) untuk bekerja sama,” ujar Fatoni.

Dia menyampaikan, kerja sama itu untuk menyelamatkan aset milik Angin saat kasus tengah dalam proses penyidikan di KPK. Tetapi tidak menggubris pesan tersebut.

Dalam perkaranya, dua mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramadan didakwa menerima suap sebesar Rp 15.000.000.000 dan SGD 4.000.000. Jika dirupiahkan, total penerimaan suap kedua mantan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu itu menerima uang senilai Rp 57 miliar.

Kedua mantan pejabat pajak tersebut didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads