alexametrics
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Perempuan yang Mengaku Dilecehkan Bos BPJS Ketenagakerjaan Minta Maaf

Pengacara Sebut Korban Masih Depresi
8 Desember 2019, 15:19:45 WIB

JawaPos.com – RA, wanita yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh tenaga kontrak di Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meminta maaf. Klaim permintaan maaf itu disampaikan oleh Syafri Adnan Baharuddin, selaku pria yang dituduh melakukan pelecehan.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak Syafri Adnan Baharuddin atas tuduhan yang tidak benar tersebut,” kata Syafri membacakan surat pernyataan yang ditulis RA, di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Minggu (8/12).

Syafri menyampaikan, surat pernyataan yang ditulis oleh RA tersebut memberikan penjelasan tuduhan yang ditunjukan kepada dirinya merupakan tidak benar. Dia memandang, kasus pelecehan seksual kepada RA disebutnya merupakan sebuah kebohongan.

Dalam surat pernyataan RA yang diduga korban pemerkosaan tersebut disebutkan, bahwa isu pemerkosaan merupakan isu yang dimanfaatkan untuk menyebabkan kerugian materil kepada dirinya. Dia pun menginginkan nama baiknya kembali dipulihkan.

“Bahwa kejadian tersebut yang juga telah diberitakan oleh media massa maupun elektronik mengakibatkan banyak pihak yang memprovokasi dan memanfaatkan peristiwa tersebut,” harapnya.

Sementara itu, menanggapi hal ini tim kuasa hukum RA, Haris Azhar mengaku tidak diberi informasi terkait permohonan minta maaf yang dibuat kliennya. Dia menyebut, hingga kini Rizky masih depresi dari kasus tersebut.

“Saya tidak dilibatkan, itu antara orang tuanya, polisi dan SAB sejauh yang saya tahu. Sudah terjadi, saya baru diberitahu. Yang saya tahu, RA masih dalam keadaan depresi,” tukas Haris dikonfirmasi.

Untuk diketahui, RA diduga menjadi korban kejahatan seksual oleh Syafri Adnan Baharuddin (SAB) dengan mengaku diperkosa sebanyak empat kali selama periode April 2016 hingga November 2018.

Selain pemerkosaan, RA juga mengaku berulang kali mengalami pelecehan seksual baik di dalam maupun di luar kantor.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads