alexametrics

OC Kaligis Kembali Gugat Kasus Sarang Burung Walet Novel Baswedan

8 November 2019, 20:13:40 WIB

JawaPos.com – Pengacara senior yang juga terpidana kasus korupsi, Otto Cornelis (OC) Kaligis menggugat Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu. Gugatan perdata ini berkaitan dengan keinginan OC Kaligis untuk membuka kembali kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet.

Perkara itu diketahui pernah menjerat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kasus itu pun sempat menarik perhatian, karena dianggap menjadi bagian dari kriminalisasi terhadap Novel.

Memerintahkan para tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu,” tulis salah satu petitum yang dilansir dari website http//sipp.pn-jakartaselatan.go.id, Jumat (8/11).

Novel Baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

OC Kaligis mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (6/11). Nomor registrasi gugatan itu terdaftar 958/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL dengan klasifikasi perkara wanprestasi.

Dalam kasus ini, Novel dituduh menganiaya pencuri sarang burung walet hingga meninggal dunia dengan cara ditembak. Peristiwa itu terjadi saat Novel masih menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu sekitar 2004.

Menanggapi hal ini, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah menyatakan, kasus pencurian sarang burung walet yang diduga menjerat Novel Baswedan sudah lama ditegaskan tidak ada bukti. Hal ini sesuai pernyataan dari Kejaksaan Agung.

“Kasus Novel itu pada 2016 Kejaksaan sudah mengeluarkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SK2P) yang disampaikan oleh kepolisian masuk ke Kejaksaan, untuk dilalukan penuntutan kemudian kejaksaan bilang saat itu tidak ada bukti yang menguatkan kasus Novel terkait sarang burung walet,” tegas Wana di Gedung Edukasi Antikorupsi, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (8/11).

Wana menyebut, langkah OC Kaligis yang kembali menggugat kasus tersebut, terkesan sengaja untuk mencari-cari kesalahan Novel. Bahkan, dia menilai, gugatan tersebut sengaja untuk mengalihkan kasus penyiraman terhadap Novel.

“Ini mencoba untuk menghilangkan subtansi perkara Novel yang sebenarnya, kalu kita lihat dua tahun lebih perkara ini (penyiraman air keras Novel Baswedan) tak kunjungn tuntas,” pungkasnya.

Diketahui, OC Kaligis menjadi terpidana karena terjerat kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan. Ia berkukuh tidak menyuap hakim itu, melainkan anak buahnya, Yagari Bhastara Guntur alias Gary.

OC Kaligis terseret kasus hukum karena dinilai terbukti menyuap 3 hakim dan 1 panitera PTUN Medan sebesar USD 27 ribu dan SGD 5 ribu. Tiga hakim tersebut adalah Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Sementara panitera penerima suap adalah Syamsir Yusfan.

Uang itu berasal dari eks Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya Evy Susanti. Suap diberikan agar Gatot terhindar dari penyelidikan kasus dugaan korupsi Bansos di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Pengadilan Tipikor Jakarta pun menjatuhkan pidana penjara selama 5,5 tahun kepada OC Kaligis. Tak terima, Kaligis mengajukan banding, namun Pengadilan Tinggi DKI memperberat hukumannya menjadi 7 tahun penjara. Bahkan pada tahap kasasi, MA kembali menambah hukuman Kaligis menjadi 10 tahun penjara.

Namun putusan PK kemudian memotong masa tahanan Kaligis selama 3 tahun sehingga menjadi 7 tahun penjara.

Meski hukumannya sudah dipotong, Kaligis masih merasa vonis yang dijatuhkan kepadanya tidak adil. Ia merujuk pada putusan Gary yang hanya divonis 2 tahun penjara.

 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads