JawaPos Radar

Belum Sampai 11 Bulan, Bayi Dibuang di Provinsi Ini Mencapai 11 Kasus

08/11/2017, 19:08 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Anak bayi kasih sayang orang tua
ILUSTRASI: Bayi maupun anak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, di salah satu pasar tradisional yang ada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penelantaran atau bahkan pembuangan bayi, marak terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Padahal provinsi itu notabene termasuk sebagai kota pelajar. Selama 2017, sedikitnya sebelas kasus pembuangan yang ditangani oleh kepolisian.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Yogyakarta Sari Murti Widyastuti mengatakan, kasus itu semakin banyak setiap tahunnya. ''Kasus ini sangat kompleks ketika pelaku kebanyakan mereka yang bukan suami istri. Malah masih berstatus mahasiswa, dari luar Yogyakarta pula,'' sesal Sari kepada JawaPos.com, Rabu (8/11).

Menurut dia, perlu adanya peran serta dari semua pihak. Mulai dari orang tua, masyarakat, termasuk sekolah, dan perguruan tinggi. ''Perlu ada edukasi peningkatan moral dan kepedulian,'' kata Sari.

Anak bayi kasih sayang orang tua
ILUSTRASI: Bayi maupun anak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, di salah satu pasar tradisional yang ada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Sanksi sosial dapat dipertimbangkan untuk revitalisasi lagi. Misalnya, ketika dulunya ketahuan berbuat asusila kemudian diarak, maka hukumannya diganti.

''Dengan sanksi membersihkan fasum (fasilitas umum) atau fasos (fasilitas sosial). Masjid, gereja, dan lainnya,'' tutur Sari menyontohkan. Tanpa kesepakatan dari masyarakat dan diumumkan, hal itu bakal tidak mudah dijalankan.

Kasus pembuangan bayi di DIY, terakhir terjadi di Kabupaten Bantul. Pada Selasa (7/11) lalu, di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis.

''Bayinya masih hidup, sudah dititipkan di Panti Sosial milik Dinas Sosial,'' ungkit Katim Unit PPA Sat Reskrim Polres Bantul Bripka Mustofa Kamal saat ditemui JawaPos.com di kantornya.

Selama 2017, beber Kamal, timnya menangani enam kasus pembuangan bayi. Tiga di antaranya sudah meninggal. ''Ada yang ditemukan di sungai. Pengejaran terhadap pelaku, kami pernah sampai ke Purwokerto,'' tegasnya.

Sedangkan di Kabupaten Sleman, setidaknya lima kasus yang tercatat di Polres Sleman. Dua di antaranya ditangani oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

''Yang belum ketemu pelakunya di Reskrim (Reserse dan Kriminal). Saat ini saya tangani dua kasus dengan dua pelaku. Intinya kedua-duanya merasa takut baik kepada teman maupun orang tuanya. Karena kehamilannya tidak diketahui oleh siapa pun. Sehingga keduanya ingin bayinya meninggal,'' kata Kepala Unit PPA Polres Sleman Aiptu Eko Mei Purwanto.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up