alexametrics

Niatnya Ingin Berbakti, Anak Buah Novanto Malah Masuk Bui

8 Oktober 2017, 02:06:19 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi XI  DPR dari Fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha (AAM) kini resmi menyandang status tersangka kasus suap pada Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara Sudiwardono (SDW).

Hal ini terkait kasus perkara penanganan banding dengan terdakwa Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow, Marlina Moha Siahaan yang merupakan ibunda dari Aditya Moha. 

Usai dietapkan tersangka oleh KPK, Aditya Moha mengakui perbuatan suap yang diberikan kepada Sudiwardono. Dia berujar suap tersebut ia lakukan karena ingin sang ibunda ‎Marlina Moha Siahaan bebas dari vonis kurungan penjara 5 tahun.

“Saya berjuang dan saya berusaha maksimal demi nama baik ibu,” ujar Aditya usai pemeriksaan di Gedung KPK, Minggu (8/10) dini hari.

Saat dicecar awak media mengenai kasus tersebut, Anggota Komisi XI DPR ini lebih banyak bungkam. Termasuk saat disinggung mengenai asal usul uang suap tersebut di dapat dari mana. “Nanti serahkan ke pengacara saya saja,” singkatnya.

Seperti diketahui Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara Sudiwardono tertangkap tangan menerima sejumlah uang dari anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar, Aditya Anugrah Moha yang merupakan anak buah Setya Novanto baik di partai maupun DPR. 

Dalam OTT tersebut, KPK menyita barang bukti uang senilai SGD 64 ribu. Pemberian uang dari Aditya ke Sudiwardono dilakukan bertahap.

Uang yang diserahkan di Jakarta sebelum OTT senilai SGD 30 ribu. Sebelumnya, pada pertengahan Agustus 2017, Aditya juga telah memberikan uang senilai SGD 30 ribu kepada Sudiwardono di Manado.

Uang itu diduga terkait putusan banding perkara Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa kabupaten Bolaang Mongondow terhadap ibunda Aditya, Marlina Moha Siahaan.

Marlina pernah menjabat sebagai Bupati Bolmong selama dua periode, sejak 2001 hingga 2011. Marlina kemudian diketahui tersandung kasus korupsi dan diseret ke meja hijau dengan berkas perkara nomor 49/Pid.Sus-TPK/2016/PN Mnd.

Marlina kemudian divonis Pengadilan Negeri Manado dalam perkara penyalahgunaan dana Tim Panitia Penyusun Anggaran Daerah (TPPAD) Bolaang Mongondow Raya sebesar Rp 1,2 miliar. Dia divonis pada Rabu, 19 Juli 2017.

Marlina divonis 5 tahun dan denda sejumlah Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan. Dia juga divonis untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1,25 miliar subsider pidana penjara selama dua tahun.

Tak terima dengan putusan yang dibacakan Hakim Ketua Sugiyanto, Marlina mengajukan banding. Berkas banding Marlina masuk ke Pengadilan Tinggi Manado pada Senin, 24 Juli 2017.

Sebagai tersangka penerima suap, Sudiwardono disangkakan pasal 12 huruf a atau b atau c atau pasal 11 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Aditya sebagai pihak yang diduga pemberi suap disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : admin

Reporter : (cr2/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Niatnya Ingin Berbakti, Anak Buah Novanto Malah Masuk Bui