alexametrics
Dugaan Pelanggaran HAM Peristiwa Timang Gajah

KPK Fasilitasi Komnas HAM Periksa Irwandi Yusuf

8 Mei 2019, 13:05:58 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk memeriksa Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Pemeriksaan tersebut terkait dugaan pelanggaran HAM yang menyeret Irwandi Yusuf.

“KPK memfasilitasi Komnas HAM RI untuk melakukan pemeriksaan terhadap Irwandi Yusuf,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Rabu (8/5).

Pemeriksaan kasus pelanggaran HAM terhadap Irwandi setelah adanya pemberian izin dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sebab Irwandi merupakan terdakwa kasus gratifikasi dan suap dana operasional khusus Aceh (DOKA) yang bergulir di KPK.

“Dalam salinan penetapan PT DKI yang juga disampaikan pada KPK tersebut, tercantum bahwa PT DKI memberikan izin pada tim adhoc penyelidik proyusticia pelanggaran HAM yang berada di Provinsi Aceh,” ucap Febri.

Adapun peristiwa yang diduga pelanggaran HAM berat, yakni Peristiwa Timang Gajah, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Wilayah pada sekitar periode 2001-2004. Perwakilan Komnas HAM yang datang ke KPK untuk memeriksa Irwandi, yaitu Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Mohammad Choirul Anam.

Dalam perkara DOKA, KPK telah mengajukan banding terhadap vonis yang dijatuhkan terhadap Irwandi Yusuf yang divonis 7 tahun penjara dalam kasus penerimaan suap dan gratifikasi.

Pada Senin (8/4) majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta telah menjatuhkan vonis kepada Irwandi Yusuf selama 7 tahun tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Irwandi dinilai terbukti dalam dua dakwaan yaitu pertama menerima suap sebesar Rp 1,05 miliar terkait proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan menerima gratifikasi senilai Rp 8,717 miliar.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar Irwandi divonis 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads