JawaPos Radar | Iklan Jitu

Napi Kabur, MenPAN RB: Tak Melulu Karena Kekurangan Personel

08 Mei 2017, 15:07:34 WIB | Editor: Ilham Safutra
Napi Kabur, MenPAN RB: Tak Melulu Karena Kekurangan Personel
Tahanan di Lapas Pekan Baru Riau yang ditangkap kembali (JAWA POS GROUP)
Share this

JawaPos.com - Kekurangan personel di lembaga pemasyarakat (lapas) yang melakukan penjagaan yang dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai pemicu kerusuhan dan kaburnya tahanan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, dianggap sebagai alasan klasik oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur.

Menurutnya, insiden kaburnya 448 tahanan tak melulu harus disalahkan karena kurangan personel. Akan tetapi ada faktor pemicu lainnya, yaitu karena sistem penjagaan yang belum maksimal. Untuk itu pihaknya juga tengah berbenah mengatasi itu semua.

"Harus diperbaiki sistem pengamanannya. Mungkin inilah dari hulu sampai hilirnya kita harus perbaiki. Apakah sistem CCTV-nya ataukah mekanisme kontrol internalnya," ugkapnya di Gedung BNN, Cawang, JakartaTimur, Senin (8/5).

Kendati menyebut penyebab kaburnya tahanan karena sistem di lapas, Asman Abnur mengatakan, pihaknya tahun ini akan mencabut moratorium penerimaan PNS untuk bidang imigrasi, sipir dan hakim. Tahun ini pihaknya akan melakukan penerimaan PNS lagi.

"Tiga tahun kita moratorium artinya tidak menerima, tetapi untuk tahun ini kita sudah buka lagi. Proses penerimaan sekarang untuk pegawai Imigrasi, kemudian petugas Lapas, kemudian Hakim sekarang sudah kita buka," sebutnya.

Bahkan baru-baru ini KemenPANRB sudah menyetujui pengangkatan 1.600 orang pegawai harian lepas (PHL) di lingkungan Kemenkumham untuk untuk dijadikan petugas Lapas.

"Kami sudah setuju 1.600 PHL untuk diangkat menjadi petugas lapas tetapi ini pun tidak cukup. Karena, kalau orangnya banyak tetapi sistemnya salah juga percuma maka dari itu mulai dari sistemnya sampai petugasnya," beber dia.

Selain ini, kini politikus PAN itu sangat menyoroti tindakan pungli yang terjadi di lingkungan lapas. Apalagi pungli itu dilakukan oleh petugas lapas terhadap napi, tahanan maupun keluarga warga binaan. "Mungkin masalah hukum. Nanti mungkin itu orang Saber pungli, yang jelas itu kan melanggar, kalau melanggar pasti ada sanksinya," tukas dia. (elf/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up