alexametrics

Alasan ICJR Hukuman Mati Tak Cocok untuk Kasus Kekerasan Seksual di RI

8 April 2022, 13:29:28 WIB

JawaPos.com – Institute for Criminal Justice Reforme (ICJR) menyoroti vonis hukuman mati terhadap terdakwa kasus asusila 13 santriwati, Herry Wirawan. Peneliti ICJR, Genoveva Alicia menyatakan, tidak ada penelitian yang cukup kuat untuk dapat memberikan justifikasi ilmiah tentang klaim efek jera hukuman mati.

“Negara-negara di Asia Selatan seperti India, Bangladesh, dan Pakistan telah menerapkan pidana mati bagi pelaku perkosaan. Namun, apakah efek jera terbukti dan terjadi pengurangan kasus kekerasan seksual di negara-negara tersebut? Tidak,” kata Alicia dalam keterangannya, Jumat (8/4).

Alicia menyebut, berdasarkan laporan Geeta Pandey (2020) yang menuliskan bahwa setelah penjatuhan pidana mati terhadap empat pelaku perkosaan di India pada 2012, India tidak menjadi tempat yang lebih aman bagi perempuan. Bahkan, Desember 2019, terjadi tragedi dimana seorang korban perkosaan di Unnao dibakar hidup-hidup oleh pelakunya dalam perjalanan untuk memberikan keterangan di persidangan.

Korban meninggal tiga hari setelah dirawat di rumah sakit karena menderita luka bakar 90 persen. Alicia mengungkapkan, vonis pidana mati kepada pelaku asusila menimbulkan kemungkinan korban enggan melapor, karena kedekatannya dengan pelaku yang mayoritas adalah orang terdekatnya.

Beban psikologis tambahan yang harus diderita korban karena secara sadar mengirimkan orang terdekatnya menuju kematian dapat berdampak kontra-produktif dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan angka pelaporan.

Alicia mengungkapkan, di Indonesia sebelum adanya kasus Herry Wirawan, hukuman mati juga pernah dijatuhkan di dalam kasus perkosaan yang menimpa anak pada 2016. Hakim Pengadilan Negeri Curup, Bengkulu menjatuhkan pidana mati pada Z atas perbuatannya memerkosa dan membunuh anak korban yang pada saat perbuatan tersebut dilakukan berusia 13 tahun.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: