alexametrics

Kendala Polisi Ungkap Kasus Pembawa Benda Mencurigakan ‘FPI Munarman’

8 April 2021, 13:07:36 WIB

JawaPos.com – Polres Metro Kota Depok, Jawa Barat menemui kendala dalam mengusut kasus penemuan benda mencurigakan bertuliskan ‘FPI Munarman’. Kendala itu didapat karena lokasi penemuan benda mencurigakan itu cukup jauh dari keramaian.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar mengatakan, lokasi penemuan benda mencurigakan itu jauh dari sorot CCTV. Selain itu, dari 4 saksi yang diperiksa, tidak ada sarupun yang melihat pembawa benda mencurigakan tersebut.

“Memang dari keterangannya itu tidak ada yang melihat kita tahu sendiri lokasinya juga di pinggir sungai, tidak ada lampu apalagi CCTV, jalannya juga kecil. Jadi hampir semua saksi itu tidak ada yang tahu siapa yang meletakkan barang tersebut,” kata Imran kepada wartawan, Kamis (8/4).

Sementara itu, terkait isi benda mencurigakan itu masih dalam pemeriksaan tim Gegana Polri. Sehingga Imran belum bisa menjelaskan lebih jauh. “Ini yang belum kita dapatkan dari Gegana,” jelasnya.

Sebelumnya, benda mencurigakan menggegerkan warga di Jalan Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (4/4) malam. Dalam foto yang beredar, benda tersebut berbentuk persegi panjang dengan bungkus plastik putih.

Benda itu diikat dengan tali warna hitam. Hal yang sangat menonjol yakni terdapat tulisan ‘FPI Munarman’ di bungkus benda mencurigakan itu.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar membenarkan adanya temuan benda mencurigakan itu. Benda itu pertama kali ditemukan oleh seorang pemilik warung. Benda itu diletakan di dekat tempatnya berjualan.

“Pada pukul 8 malam lewat ditemukan barang mencurigakan persis di belakang warung. Kemudian pemilik warung sempat memindahkan barang tersebut kira-kira 5 meter ke belakang warung, kemudian melapor ke Polsek,” kata Imran kepada wartawan, Senin (5/4).

Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung mengerahkan TimbGegana Polri untuk melakukan pengecekan. Benda itu diketahui terbungkus oleh kaleng lalu dibalut kertas.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads