alexametrics

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Hadapi Sidang Vonis

8 April 2019, 10:18:00 WIB

JawaPos.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjadwalkan sidang pembacaan putusan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Aceh (nonaktif) Irwandi Yusuf. Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Senin (8/4) ini.

Tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu diproses hukum atas perbuatan melakukan dua tindak pidana. Irwandi dinilai menerima suap dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi senilai Rp 1 miliar. Uang miliaran itu diberikan guna memperlancar program pembangunan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Uang suap tersebut diberikan secara bertahap.

Pemberian pertama sebesar Rp 120 juta, lalu, Rp 430 juta, dan terakhir Rp 500 juta. Dana digunakan untuk mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Provinsi Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Ahmadi agar kontraktor dari Kabupaten Bener Meriah bisa mengerjakan kegiatan pembangunan yang bersumber dari DOKA tahun anggaran 2018.

Sementara itu, terkait gratifikasi, Irwandi Yusuf disebut menerima gratifikasi Rp 41,7 miliar selama menjabat gubernur Aceh. Irwandi Yusuf menjabat gubernur periode 2007-2012 dan periode 2017-2022.

Pada periode 2007-2012, Irwandi bersama-sama orang kepercayaannya Izil Azhar didakwa menerima gratifikasi Rp 32,45 miliar. Periode 2017-2022, Irwandi didakwa menerima gratifikasi Rp 8,71 miliar. Sehingga total gratifikasi yang diterima Irwandi Rp 41,7 miliar.

Atas perbuatan itu, Irwandi dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, JPU pada KPK juga menuntut agar hakim mencabut hak politik Irwandi selama lima tahun.

Pada saat membacakan tuntutan, JPU pada KPK juga menuntut orang kepercayaan Irwandi, Teuku Saiful Bahri. Saiful Bahri dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, Hendi Yuzal, staf Irwandi juga dituntut selama lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads