alexametrics

Terancam KKB, Ratusan Warga Tembagapura Tinggalkan Kampungnya

8 Maret 2020, 15:30:31 WIB

JawaPos.com–Ratusan warga Kampung Kimbeli dan kampung-kampung di wilayah Distrik Tembagapura memutuskan meninggalkan kampung mereka untuk dievakuasi ke Timika menyelamatkan diri dari ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Septinus Magal, salah satu warga Kampung Kimbeli, Tembagapura, mengatakan situasi dan kondisi keamanan di kampungnya sudah tidak kondusif lagi. Sejak kedatangan KKB, barang maupun bahan kebutuhan pokok diambil secara paksa dari rumah-rumah warga setempat oleh anggota kelompok separatis bersenjata itu.

”Kami di kampung sudah tidak aman. Jadi kami kasih tinggal kampung untuk keselamatan nyawa kami. Selain itu, bahan makanan kami juga sudah tidak ada. Kami akan ke Timika untuk tinggal di rumah keluarga,” ungkap Septinus.

Septinus bersama 240 warga Kampung Kimbeli kini sudah berada di Kantor SLD PT Freeport Indonesia di Tembagapura menunggu bus jemputan yang akan mengantar mereka ke Timika pada Minggu petang ini. Selain dari Kampung Kimbeli, ada ratusan warga lain dari Kampung Banti 1, Banti 2, dan Opitawak yang juga bergabung di Kantor SLD PT Freeport Indonesia. Mereka meminta dievakuasi ke Timika. Total terdapat 614 jiwa warga empat kampung itu yang hendak dievakuasi.

Ratusan warga itu berjalan kaki bebarapa kilometer dari Banti, Opitawak, dan Kimbeli menuju kantor Polsek Tembagapura di pinggir Kota Tembagapura. Setelah didaftarkan identitasnya, mereka diarahkan ke Kantor SLD PT Freeport Indonesia Tembagapura untuk menunggu bus jemputan.

Septinus mengatakan, rata-rata warga yang minta dievakuasi ke Timika itu hanya membawa pakaian seadanya. Sementara barang-barang lain, termasuk hewan ternak babi ditinggal begitu saja. ”Nyawa lebih penting. Hewan babi itu milik dunia. Kami kasih tinggal dan itu sudah pasti akan diambil mereka (KKB), biar Tuhan yang menghukum mereka,” tutur Septinus.

Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya warga kampung dari Kimbeli, Utikini, dan Banti yang meninggalkan kampungnya. Mereka akan evakuasi ke rumah keluarganya di Timika. Kapolsek juga mendapatkan informasi dari warga bahwa beredar kabar ada dua warga berjenis kelamin perempuan yang ditahan KKB. Menurut warga, tidak menutup kemungkinan mereka diperkosa.

”Terkait dengan adanya kabar bahwa dua warga yang ditahan dan diperkosa KKB, kami belum mengetahuinya secara pasti. Kami akan lakukan investigasi soal itu,” ucap Hermanto.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: