alexametrics

Komnas Perempuan: Novia Terjebak Siklus Kekerasan

7 Desember 2021, 17:16:19 WIB

JawaPos.com – Dugaan adanya tindak kekerasan yang dialami Novia Widyasari Rahayu (NWR) selama hidup menguat. Sebelum memilih mengakhiri hidup di dekat pusara sang ayah, dia sempat mengadu ke Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengungkapkan bahwa korban NWR menyampaikan pengaduannya pada Agustus 2021. Saat tengah malam korban mengirimkan pengaduan secara online. ”Menyampaikannya belum lengkap. Tapi, intinya almarhumah menyampaikan mengalami kekerasan dalam pacaran,” ujar Ami (sapaan Siti Aminah Tardi) kemarin (6/12).

Komnas pun berupaya menghubungi meski tak langsung berbalas. Komunikasi baru benar-benar terjalin November 2021. NWR kemudian memberikan informasi terkait kronologi yang dialami.

Dia juga menyampaikan soal kebutuhannya untuk konsultasi psikologis serta bisa dimediasi dengan pelaku dan orang tuanya.

Korban juga sempat bersurat ke Komnas Perempuan tentang kekerasan seksual yang dialami selama dua tahun. Kasus disampaikan dengan sangat detail. Termasuk dipaksa berhubungan seksual dengan dalih bisa membuat janin keguguran oleh pacarnya, Bripda Randy Bagus (RB).

Korban juga menceritakan pernah berkonsultasi dengan dua lembaga bantuan hukum di daerahnya. Dari situ NWR disarankan untuk segera melaporkan tindakan pelaku ke propam. Dari keterangan tersebut, kata Ami, diketahui, korban mengalami kekerasan yang bertumpuk dan berulang-ulang dalam durasi hampir dua tahun sejak 2019. Sejak memulai relasi dengan pelaku. ”Dia terjebak dalam siklus kekerasan di dalam pacaran yang mengakibatkannya terpapar pada tindak eksploitasi seksual dan pemaksaan aborsi,” jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mia/lum/edi/c9/fal

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads