alexametrics

Utak-atik Anggaran Program, Dirut Perum Jasa Tirta II Jadi Tersangka

7 Desember 2018, 18:58:13 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Djoko Saputra sebagai tersangka. Selain Djoko, KPK juga menetapkan tersangka terhadap pihak swasta bernama Andririni Yaktiningsasi.

Juru bicara KPK Febri Diasnyah mengatakan, penetapan tersangka ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam penggadaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017. KPK, kata Febri, menduga jika Djoko menyalahgunakan jabatannya menggelembungkan anggaran.

“DS diduga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam pengadaan pekerjaan jasa konsultansi di Perum Jasa Tirta II Tahun 2017,” ungkapnya dalam konfrensi pers di kantornya, Jumat (12/12).

Febri menambahkan, Djoko diduga merelokasi tambahan anggaran pengadaan pada dua kegiatan. Awalnya anggaran dana hanya Rp 2,8 miliar, diubah menjadi Rp 9,55 miliar.

“Revisi anggaran dilakukan dengan mengalokasikan tambahan anggaran pada pekerjaan Pengembangan SDM dan Strategi Korporat,” jelasnya.

Sementara untuk peranan Andririni, lanjut Febri, bertugas mengawal jalannya dua kegiatan tersebut.

“Setelah dilakukan revisi anggaran, DS kemudian diduga memerintahkan pelaksanaan pengadaan kedua kegiatan tersebut dengan menunjuk AY sebagai pelaksana,” ujarnya.

Namun, sebut Febri hingga pada 31 Desember 2017 untuk kedua pekerjaan tersebut yang terrealisasi sekitar Rp 5,56 miliar. Adapun, AY diduga menggunakan bendera perusahaan PT. PT BMEC (PT. Bandung Management Economic Center) dan PT. 2001 Pangripta.

“Diduga kerugian keuangan negara setidak-tidaknya adalah Rp 3,6 Milyar. Ini merupakan dugaan keuntungan yang diterima AY dari kedua pekerjaan tersebut,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (ipp/JPC)

Utak-atik Anggaran Program, Dirut Perum Jasa Tirta II Jadi Tersangka