JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kapolri Ajak Putus Aliran Dana Terorisme Dalam Pertemuan Internasional

07 November 2018, 15:41:19 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Kapolri Ajak Putus Aliran Dana Terorisme Dalam Pertemuan Internasional
Kapolri Jendral Tito Karnavian menjadi pembicara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018 (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Keberhasilan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menangani terorisme mendapat perhatian dunia internasional. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian diberi kesempatan untuk berbicara dalam acara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018, di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok.

Dalam pemaparannya, Tito membahas tentang perkembangan terkini tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia. Kemudian trend pendanaan terorisme, perubahan modus operandi serta beberapa contoh kasus penanganan aliran dana teroris.

"Misalnya pada kasus Bom Bali I, teror Thamrin Jakarta dan yang terkini yakni teror bom gereja di Surabaya," ujar Tito melalui keterangan tertulisnya, Rabu (7/11).

Peran signifikan dari Financial Intelligence Unit di berbagai negara guna memutus aliran dana dan logistik bagi para kelompok teror, juga dipaparkan olehnya. Dalam hal ini, kerja sama antar negara dalam penanganan dan penanggulangan kejahatan aliran dana kelompok teroris menjadi penting.

"Sharing informasi dan pengembangan kapasitas di antara penegak hukum termasuk financial intelligence unit khususnya di kawasan regional Asia dan Australia," jelasnya.

Sementara itu, Kabiro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kesempatan yang diberikan kepada Kapolri itu sangat membanggakan insitusi Korps Bhayangkara.

"Polri mendapat apresiasi dari Thailand dan Australia yang memuji paparan Kapolri. Karena bisa membuat mereka bisa belajar pengalaman kita yang amat komprehensif dalam penanganan terorisme termasuk pendanaan terorisme," sebut dia.

Diketahui, acara CTF Summit tahun ini dilaksanakan berdasarkan keberhasilan penyelenggaraan pertemuan sebelumnya di Sydney, Bali dan Kuala Lumpur. Tahun ini Thailand’s Anti Money Laundering Office (AMLO) menjadi tuan rumah kerja sama dengan PPATK dan AUSTRAC.

Kegiatan ini diikuti para kepala Financial Intelligence Unit, perwakilan senior pembuat kebijakan, penegak hukum, lembaga kebijakan dan keamanan nasional. Pesertanya sendiri terdiri dari industri dan akademisi berbagai negara yang memberikan perhatian lebih terhadap penanggulangan pendanaan terorisme dan kejahatan finansial beresiko tinggi.

Acara pembukaan diawali pidato dari Minister of Australian Mr Petter Dutton, Menkopolhukam RI bapak Wiranto dan Keynote Speech oleh Deputy Prime Minister Thailand Mr Wissanu Krea-Ngarm. Ketiga pejabat tersebut sepakat akan pentingnya penanganan pendanaan teroris guna lebih meminimalisir kejahatan terorisme yang terjadi dan melibatkan banyak negara di dunia.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up