alexametrics

Peran 3 Tersangka Lain Penganiaya Ninoy Karundeng yang Telah Ditangkap

7 Oktober 2019, 08:22:57 WIB

JawaPos.com – Polda Metro Jaya kembali menangkap sejumlah yang diduga terlibat dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial sekaligus relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng. Sampai hari ini, total sudah ada 8 tersangka yang diamankan.

“Saat ini sudah 8 tersangka diamankan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi, Senin (7/10).

Terbaru, sebanyak 3 orang diamankan polisi. Namun, Suyudi belum merinci lokasi dan waktu penangkapan. Dia hanya memastikan ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda. “Ini yang ditangkap 3 terakhir, inisialnya ABK, RF, dan IA,” imbuhnya.

Suyudi menuturkan, hasil pemeriksaan sementara, tersangka IA berperan sebagai orang yang mengintimidasi Ninoy. Dia juga kedapatan turut melontarkan kalimat bernada ancaman kepada korban.

“IA perannya ada di tempat kejadian perkara, menginterogasi, mengintimidasi, dan memukuli korban terus menerus. IA juga mengancam membunuh korban,” jelas Suyudi.

Sedangkan tersangka RF hanya sebatas berada di lokasi dan ikut mengintimidasi Ninoy. “ABK perannya menganiaya korban, merekam video, dan menyebarkannya ke media sosial, juga mengancam membunuh korban,” pungkas Suyudi.

Sebelumnya, sebuah video pegiat media sosial, Ninoy Karundeng, dengan wajah babak belur tersebar luas di media sosial. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria pada sebuah ruangan. Dengan adanya video tersebut, aparat kepolisian langsung turun untuk mendalami kasus tersebut.

Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa yang marak beberapa hari lalu.

“Jawab baik-baik ya, yang suruh kamu datang ke sini itu siapa? Kerasin suaranya,” tanya pria tersebut dikutip dari video yang beredar.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads