alexametrics

Nama Sekretaris FPI Disebut dalam Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

7 Oktober 2019, 21:08:49 WIB

JawaPos.com – Polda Metro Jaya menyebut nama Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman dalam kasus penganiayaan pegiat media sosial sekaligus relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng. Informasi ini didapatkan dari pengakuan S, salah satu tersangka yang sudah ditangkap polisi. Menurut S, ada sejumlah data di laptop korban yang dikirim ke Munarman.

“S ini Sekretaris DKM (masjid Al Falah). Dia ada di lokasi kejadian dan kemudian memerintahkan menyalin data dari yang ada di laptop. Kemudian dia melaporkan semuanya kepada pak Munarman,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (7/10).

“Selanjutnya dia (S) juga dapat perintah untuk hapus CCTV dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu, Munarman mengaku tak tak menahu kasus penganiayaan terhadap Ninoy. Dia mengetahui peristiwa ini dari internet. “Begini saya tahu peristiwa (penganiayaan Ninoy, Red) justru dari media online dan medsos,” ucap dia kepada JawaPos.com.

Munarman menjelaskan, beberapa hari setelah peristiwa terjadi, salah satu pengurus masjid Al Falah memang menghubunginya. Keperluannya untuk konsultasi hukum terkait peristiwa tersebut.

“Saya minta supaya rekaman CCTV masjid dikasih saya agar saya bisa lihat situasinya dalam rangka kepentingan hukum calon klien,” tegasnya.

Lebih lanjut, Munarman menyampaikan bahwa ia tak tahu menahu kondisi rekaman CCTV masjid tersebut sudah dirusak atau masih ada. “Sama sekali (saya, Red) belum lihat (rekaman CCTV masjid, Red),” tukas Munarman.

Sebelumnya, sebuah video pegiat media sosial, Ninoy Karundeng dengan wajah babak belur tersebar luas di media sosial. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria pada sebuah ruangan. Polisi pun turun tangan untuk mendalami kasus tersebut.

Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan 11 orang tersangka terkait kasus tersebut. Mereka adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. Seluruhnya memiliki peran berbeda-beda. Mulai dari menginterogasi, mengambil data-data di laptop korban, hingga yang melakukan ancaman pembunuhan.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads