Setya Novanto Temui Eni Saragih di Rutan, Ada Apa?

07/09/2018, 20:25 WIB | Editor: Kuswandi
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih, usai diperiksa penyidik KPK, Jumat (7/9) (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Politikus Golkar Eni Maulani Saragih yang juga tersangka kasus suap PLTU Riau-1, rampung menjalani proses pemeriksaan. Saat hendak meninggalkan Gedung KPK, ada informasi yang mengejutkan disampaikan oleh Eni.

Eni menyebut, terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto menemuinya di Rutan KPK. Karena hal tersebut, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini menjelaskan semuanya kepada penyidik lembaga antikorupsi. Namun, dia tak merinci kapan pertemuan tersebut terjadi.

"Tadi saya sudah menyampaikan kepada penyidik, penyidik menanyakan kepada saya mengkonfirmasi kepada saya atas kedatangan Pak Novanto menemui saya. Saya sudah jelaskan apa yang disampaikan Pak Novanto semua hal ada lima hal, kepada penyidik," ujar Eni usai diperiksa di gedung KPK, Jumat (7/9).

Dia menyebut ada lima hal yang disampaikan Novanto saat menemui Eni di Rutan. Namun, dia enggan membeberkan isi pertemuan tersebut pada awak media. Karena, semua isi pertemuan langsung dibeberkan Eni ke penyidik.

"Saya sudah jelaskan apa yang disampaikan Pak Novanto semua hal ada lima hal, kepada penyidik," sambungnya.

Usai pertemuan tersebut dan mendengar pembicaraan yang disampaikan oleh Novanto, diakui Eni malah membuat dirinya tak nyaman.

"Yang pasti sudah saya sampaikan kepada penyidik, ya memang apa yang disampaikan oleh Pak Novanto membuat saya kurang nyaman," pungkasnya.

Saat disinggung apa saja pernyataan apa yang membuat tak nyaman, Eni Saragih tak mau bicara. "Pokoknya saya sudah menyampaikan kepada penyidik, dan penyidik pasti tahu ya, karena itu terjadi di Rutan KPK" tutupnya.

Perihal informasi yang disampaikan Eni, Febri belum merespon pertanyaan awak media. Untuk diketahui, pada (27/8) dan (28/8), mantan Ketua DPR RI, Setya ini pernah menjalani proses pemeriksaan terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1 ini. KPK menyebut ada dua kapasitas yang penyidik klarifikasi yakni dilihat dari saksi sebagai pengurus partai Golkar dan sebagai Ketua DPR saat itu.

Di lain pihak, usai diperiksa kala itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku tak tahu menahu ihwal proyek PLTU Riau-1 yang membelit Eni Saragih.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi