JawaPos Radar

PDIP Bantah Dana Suap Wali Kota Kendari Mengalir ke Partai Rp 5 Miliar

07/09/2018, 16:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
PDIP Bantah Dana Suap Wali Kota Kendari Mengalir ke Partai Rp 5 Miliar
Calon Gubernur Sulawesi Tenggara Asrun saat akan dibawa ke Rutan KPK Kamis (1/3). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diduga terseret dalam kasus suap Wali Kota Kendari. Sebagaimana diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka dalam kasus ini, salah satunya Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Adriatma Dwi Putra.

Selain Adriatma, penyidik KPK juga menetapkan beberapa pihak lain, antara lain ayahnya bernama Asrun yang merupakan mantan Wali Kota Kendari yang menjadi calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Direktur PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah, dan mantan Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawati Faqih.

Keterlibatan PDIP dalam kasus ini berdasarkan pernyataan dari Hasmun Hamzah. Hasmun diduga memberikan uang sebesar Rp 5 miliar ke seorang perempuan di DPP PDIP.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, keterangan Hasmun dalam persidangan tindak pidana korupsi beberapa waktu lalu tidaklah benar. "Yang disampaikan di pengadilan saya nyatakan tidak benar," ujar Hasto, Jumat (7/9).

Aliran dana tersebut diduga merupakan sumbangan dari PT Sarana Bangun Nusantara untuk pemenangan Asrun di Pilgub Sulawesi Tenggara. Hasto memastikan, PDIP tidak menerima sumbangan yang bersumber ilegal atau tindakan kriminal melawan hukum.

"Kami tidak menerima dana ilegal," tegasnya.

Dalam keterangannya di persidangan beberapa waktu lalu, Hasmun menjelaskan sumbangan untuk Asrun diperuntukkan membeli kaus kampanye dan biaya politik ke sejumlah partai pengusung. Selain PDIP, partai pengusun Asrun yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Hanura.

Hasmun mengaku mengatarkan sendiri uang senilai Rp 5 miliar itu dalam bentuk USD ke kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Uang tersebut diterima oleh seorang perempuan di salah satu ruangan di lantai tiga gedung itu.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up