Kasus Korupsi PLTU Riau-1

KPK Segera Periksa Pengurus Golkar yang Kembalikan Duit Rp 700 Juta

07/09/2018, 18:01 WIB | Editor: Kuswandi
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat diwawancarai awak media (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Salah seorang pengurus Golkar disebut mengembalikan uang senilai Rp 700 juta yang didapat dari proyek PLTU Riau-1. Namun kendati demikian, Komisi Pemberantasan korupsi belum mau mengungkap identitas pihak pengurus partai berlambang pohon beringin tersebut.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengaku pihaknya pasti akan memeriksa pengurus Golkar tersebut karena membutuhkan keterangan yang bersangkutan demi terangnya kasus dugaan korupsi PLTU Riau-1 ini.

"Ya, yang dibutuhkan akan diperiksa. Ini maksudnya tentu sepanjang terkait dengan penanganan perkara ini," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/9).

"Kami duga terkait dengan kegiatan partai politik saya belum bisa sampaikan kegiatan persisnya, yang kami verifikasi keterkaitannya dengan bukti-bukti atau keterangan-keterangan lain yang sudah disampaikan juga baik oleh saksi atau oleh tersangka atau informasi lain yang didapatkan oleh KPK," imbuhnya.

Untuk itu, mantan aktivis ICW ini menjelaskan, kini pihaknya fokus mengenai bagaimana proses aliran dana senilai Rp 4,8 miliar yang diterima tersangka Eni Saragih dari proyek PLTU Riau-1 itu mengalir. Tak hanya itu, dia juga mengaku, lembaganya masih menelusuri kemana saja dana mengalir.

"Ke mana saja atau digunakan oleh siapa saja itu juga ditelusuri dan selain itu tentu kami juga melakukan pemetaan bagaimana skema kerjasama proyek PLTU Riau-1 ini proses menuju penandatanganan," jelasnya.

Dia juga menyebut pihaknya akan berfokus dan terus mendalami terkait penunjukkan langsung salah satu perusahaan yakni Blackgold Natural Resources, seperti pembicaraan atau komunikasi komunikasi antar pihak pihak tertentu.

"Saya belum dapat informasi rincinya (penunjukan langsung blackgold seperti apa?). Kan masih dalam proses pemeriksaan cukup," imbuhnya.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi