alexametrics
Jadi Saksi Meringankan Ratna Sarumpaet

Fahri Hamzah: Ini Ada Orang Bohong Ngaku, Ya Sudahlah Cukup Selesai

7 Mei 2019, 09:49:16 WIB

JawaPos.com – Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet dijadwalkan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5). Agenda sidang kali ini yaitu meminta keterangan dari saksi yang meringankan.

Dalam sidang kali ini Ratna seperti biasa ditemani oleh anak perempuannya, Atiqah Hasiholan. Ratna mengatakan, di sidang kali ini dia akan menghadirkan dua saksi. “(Saksi dari) Doktor Frans Asisi (ahli bahasa), ada penjelasan dari Fahri Hamzah,” ujar Ratna.

Aktivis kemanusiaan itu berharap keterangan saksi kali ini bisa memberikan pengaruh besar, pada keputusan hakim nantinya. “Beliau (Fahri) kan Saksi yang meringankan ya saya harap. Insya Allah (akan banyak membantu),” kata Ratna.

Sekalipun akan menjalani sidang, Ratna tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan. Namun, dia mengakui mulai merasakan sakit kepala. “(Puasa hari pertama) lancar. Sekarang mulai pusing,” tambahnya.

Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Sementara itu, Fahri Hamzah akan memberikan keterangan sesuai fakta yang dia ketahui, dan ia dengar. Dia berharap kesaksiannya bisa meringankan Ratna dari jerat hukum. “Meringankan tentunya ya, karena saya dari awal setelah peristiwanya berlalu dan beliau minta maaf saya tadi menganggap sudah selesai, tapi ya rupanya berlanjut,” kata Fahri.

Wakil Ketua DPR RI itu menilai kasus Ratna tak perlu berlanjut hingga meja hijau. Seharusnya, ketika Ratna telah mengakui kesalahannya, maka kasusnya pun okut berakhir. “Harusnya begitu dia (Ratna) ngaku sudah selesai. Karena banyak orang bohong juga nggak ngaku kan. Ini ada orang bohong ngaku, ya sudahlah cukup selesai,” pungkas Fahri.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya terbongkar. Ternyata, lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Kemudian, Jaksa Penuntu Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads