alexametrics

Polda Jatim Tangkap Pencatut Nama JPNN

Pelaku Sebar Posting-an Bernuansa SARA di Facebook
7 April 2019, 11:48:41 WIB

JawaPos.com – Arif Kurniawan Radjasa, pelaku ujaran kebencian yang mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN), ditangkap tim cyber crime Polda Jatim tadi malam (6/4). Polisi menjemput Arif dari tempat kosnya di kawasan Sedati, Sidoarjo.

Posisi Arif terlacak setelah polisi membuka data digital akun Facebook dengan nama Antonio Banerra.

Lokasi pelaku mengakses akun tersebut, termasuk kapan terakhir membuka, diketahui. Dari data yang dikumpulkan, diperoleh informasi bahwa Arif tinggal di sebuah rumah kos di Sedati, Sidoarjo.

Tim yang dipimpin Kasubdit V Siber AKBP Harissandi harus menyanggong terlebih dahulu sebelum akhirnya menciduk pelaku sekitar pukul 19.00. Arif lalu digelandang ke Mapolda Jatim. Dia langsung dibawa masuk ke ruang penyidikan tanpa memberikan komentar apa pun kepada awak media.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Akhmad Yusep Gunawan belum mengungkap motif pelaku. Penyidik masih mendalaminya. “Pelaku masih menjalani pemeriksaan awal. Yang jelas, perbuatannya sudah diakui dan didukung bukti-bukti lain,” terangnya.

Arif harus berurusan dengan polisi lantaran menulis posting-an yang provokatif dan bernuansa SARA lewat akun Facebook Antonio Banerra. Isinya menyinggung salah seorang calon presiden. Dia mengajak memilih capres tersebut, tapi dengan alasan yang sangat rasis. Bahkan, dia mengajak secara terang-terangan melakukan tindakan asusila pada kelompok tertentu.

Arif Kurniawan, pemilik akun facebook atas nama Antonio Banerra yang mencatut dan menyebarkan berita bohong yang sempat viral di kalangan Netizen saat menuju ke ruang pemeriksaan Cyber Crime Polda Jawa Timur (HARIYANTO TENG/JAWA POS)

Posting-an Arif itu mendapat komentar pengguna Facebook yang lain. Termasuk yang menyetujui ajakan pemerkosaan masal. Posting-an tersebut kemudian viral. Selain provokatif dan menyinggung SARA, Arif mencantumkan nama JPNN pada profil akun. Pada akun itu Antonio Banerra ditulis bekerja di JPNN, tinggal di Surabaya, dan berasal dari Semarang.

Kepada polisi, Arif mengaku asal memilih JPNN untuk dicantumkan sebagai tempat bekerja pada akun Antonio Banerra. Dia juga mengaku tidak pernah bekerja di JPNN maupun perusahaan lain yang satu grup.

Yusep menyatakan bahwa kasus tersebut segera dirilis. Saat ini penyidik masih merampungkan pemeriksaan untuk segera menetapkan pelaku sebagai tersangka. “Rencananya besok (hari ini, Red) dirilis. Data-data semuanya sudah saya kirim ke humas,” ucapnya.

Menurut Yusep, pelaku bisa dijerat dengan UU ITE yang mengatur tentang ujaran kebencian. Dalam posting-annya pelaku juga menyinggung soal SARA. Ada pula dugaan pencemaran nama baik yang sedang didalami penyidik. “Bisa jadi unsur pidananya di sana. Tapi, kami masih periksa itu,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan IT JPNN Auri Jaya mengapresiasi kerja cepat polisi. “Kami berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Polri. Khususnya Polda Jatim yang langsung menindaklanjuti akun tidak bertanggung jawab tersebut,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Auri menegaskan bahwa JPNN tidak pernah atau tidak sedang mempekerjakan pria dengan nama itu. Baik Arif Kurniawan maupun Antonio Banerra. Tidak ada wartawan maupun karyawan dengan nama itu di JPNN. “Apalagi sampai menyebarkan kebencian seperti itu. Padahal, itu telah mencemarkan nama baik kami. Harus ada konsekuensi hukumnya,” tegas dia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (adi/han/c9/fal)



Close Ads