JawaPos Radar

Langgar SOP Pemakaian Senpi, Kompol Fahrizal Dipastikan Bersalah

07/04/2018, 09:38 WIB | Editor: Ilham Safutra
Langgar SOP Pemakaian Senpi, Kompol Fahrizal Dipastikan Bersalah
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dari hasil pemeriksaan awal setelah kasus penembakan Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal, Mabes Polri memastikan perwira menengah Polri itu menyalahi standar operasional prosedur (SOP) dalam menguasai senjata api (senpi). Ketika cuci tugas, dia bertindak di luar kewajaran sebagai seorang perwira Polri.

"Yang jelas dia melakukan kesalahan. Segera diproses," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Jumat (6/4).

Diketahui, Kompol Fahrizal menembak adik iparnya, Jumingan, di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Medan Tembung, Rabu (4/4) malam. Penembakan itu terjadi ketika dia sedang cuti tugas dan berkunjung ke rumah adiknya, Heny Wulandari, di Kota Medan.

Langgar SOP Pemakaian Senpi, Kompol Fahrizal Dipastikan Bersalah
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw saat rilis pers kasus penembakan di Mapolda Sumut, Kamis(5/4). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Dari hasil pemeriksaan, pada Rabu malam (4/4) itu Fahrizal sempat bercengkrama bersama ibunya di ruang tamu. Sementara Heny membuat air di dapur. Fahrizal sempat terlihat memijat ibunya. Namun secara tiba-tiba dia menodongkan senjata ke arah ibunya itu.

Tindakannya itu diketahui adik iparnya, Jumingan. Dia langsung melarang tindakan Fahrizal dengan berkata "jangan Bang". Akhirnya, senjata tersebut diarahkan ke Jumingan dan saat itu terdengar dua kali suara letusan.

Setyo mengatakan, saat ini kasus tersebut tengah ditangani Propram. Pihak Propam Polri tengah mendalami motif penembakan tersebut. "Sekarang propam lakukan penelitian, pendalaman," tambahnya.

Setyo menegaskan, anggota Polri tidak boleh asal membawa senjata api. Apalagi saat cuti. Senjata hanya boleh dibawa saat sedang berdinas. Kecuali, personel itu ditugaskan di suatu daerah, penangkapan, dan ke daerah konflik.

"Tapi kalau cuti ke mana bawa senjata, nggak boleh," tegas jenderal bintang dua itu.

Perwira yang memiliki senjata pun pasti sudah dites kejiwaannya. Bahkan setiap dia memperpanjang izin penggunaan senjata.

"Orang yang nggak emosional, nggak tempramental. Bukan yang trigger happy suka menarik pelatuk. Nggak boleh sembarangan," pungkas Setyo.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up