alexametrics

Robertus Ditangkap, ICJR Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Kapolri

7 Maret 2019, 14:05:47 WIB

JawaPos.com – Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) meminta presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait ditetapkannya dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet sebagai tersangka. Lantaran, Pasal 28 ayat (2) ITE atau 156 KUHP tentang ujaran dan propaganda kebencian yang disangkakan terhadap Robert harus mendasari pidana kepada perbuatan yang mengandung unsur SARA.

“Meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kinerja Polri yang telah melakukan proses hukum terhadap Robertus Robet sebagai bentuk keseriusan menjaga amanat konstitusi, reformasi dan demokrasi,” kata peneliti ICJR Sustira Dirga dalam keterangan tertulis, Kamis (7/3).

Terkait orasi Robet di depan Istana Negara pada 28 Februari 2019 merupakan bentuk ekspresi penyampaian pendapat di muka umum. Sebab ini merupakan bentuk dari hak asasi manusia yang dijamin konstitusi melalui Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Dalam Pasal 28 E ayat (3) secara eksplisit menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat. Pasal 22 ayat (3) UU Undang-Undang (UU) No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia secara lebih dalam mengatur mengenai kebebasan berekpresi tersebut yang secara internasional juga dijamin dalam Pasal 19 Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR),” tegas Dirga.

Selain itu, penggunaan pasal penyebaran informasi bohong Pasal 14 ayat 2 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 yang disangkakan kepada Robert terkesan dipaksakan.

Sebab, dalam aturan tersebut tertuang penyebaran informasi bohong atau hoaks harus ada pemberitaan dimana ujaran itu harus memiliki informasi di dalamnya, serta membuat keonaran di masyarakat.

Oleh karena itu, ICJR mendesak pihak kepolisian untuk mengikuti aturan perundang-undangan dan memperhatikan hak asasi manusia terkait kebebasan berekspresi.

“Mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menghentikan kasus saudara Robertus Robet karena telah melanggar HAM dan mengancam kehidupan berdemokrasi,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Copy Editor :

Robertus Ditangkap, ICJR Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Kapolri