alexametrics

Soal Pengembalian Penyidik Rossa Purbo, Dewas Bakal Turun Tangan

7 Februari 2020, 17:58:17 WIB

JawaPos.com – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan, bakal menindaklanjuti laporan Wadah Pegawai (WP) KPK terkait polemik pengembalian penyidik Rossa Purbo Bekti ke Mabes Polri. WP menduga, pengembalian Rossa ke institusi asalnya berpotensi adanya pelanggaran etik yang dilakukan Firli Cs.

“Dewas sudah menerima laporan tersebut,” kata anggota Dewas KPK Harjono dikonfirmasi, Jumat (7/2).

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini memastikan, Dewas bakal menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya, saat ini laporan WP KPK sedang menjadi pembahasan jajaran anggota Dewas.

“Saat ini dewan pengawas tengah membahas laporan tersebut lebih lanjut,” ucap Harjono.

Kendati demikian, Harjono mengaku belum mengetahui secara pasti kapan keputusan mengenai laporan tersebut akan terselesaikan. “Belum dipastikan kapan Dewas akan mengambil keputusan terkait laporan ini,” jelas Harjono.

Sebelumnya, WP KPK melaporkan Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK terkait polemik pengembalian penyidik Rossa Bekti Purba ke Mabes Polri. Pelaporan itu dasarkan adanya investigasi WP mengenai polemik pengembalian Rossa oleh Pimpinan KPK.

“Bahwa terdapat dugaan tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur dan bahkan berpotensi melanggar etik khususnya jaminan agar KPK dapat menjalankan fungsi secara independen,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).

Yudi juga menyampaikan, dirinya telah bertemu dengan lima orang Dewas untuk membicarakan terkait polemik yang ada di internal KPK. Yudi pun berharap, Dewas dapat menindaklanjuti laporan WP.

“Saya selaku Ketua WP sudah ketemu dengan 5 orang anggota dewas langsung di ruang kerja mereka,” ucap Yudi.

Kemudian Yudi menegaskan, pengembalian Rossa ke Mabes Polri tidak sesuai mekanisme aturan yang berlaku. Menurutnya, masa tugas Rossa di lembaga antirasuah baru selesai pada September 2020. Terlebih, Rossa merupakan penyidik yang mengusut kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

Pihaknya juga mengetahui ada dua surat pembatalan penarikan Rossa yang dilayangkan Polri ke KPK sebanyak dua kali, yakni pada 21 dan 29 Januari 2020. Yudi memandang, hal itu merupakan dukungan Polri agar Rossa dapat melanjutkan pekerjaannya hingga tuntas di lembaga antirasuah.

Kendati demikian, pimpinan KPK secara sepihak memulangkan Rossa ke instansi asalnya. Padahal kinerjanya di KPK diketahui belum selesai.

“Bahwa pengembalian Kompol Rossa Purbo Bekti menimbulkan banyak kejanggalan mengingat tidak ada permintaan sendiri dari Kompol Rossa untuk kembali ke Kepolisian. Masa tugasnya masih panjang hingga 23 September 2020,” tandasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads