alexametrics
Kasus Suap Proyek Meikarta

Aher Kembali Tak Hadiri Panggilan KPK

7 Januari 2019, 16:32:48 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Selain Aher, rencanya penyidik juga akan memeriksa saksi lain terkait kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta. Namun, kedua saksi itu batal diperiksa oleh penyidik KPK ini.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, Aher yang rencananya akan diperiksa untuk Bupati nonaktif Neneng Hasanah Yasin, hingga sore ini belum tampak kehadirannya di gedung lembaga antikorupsi.

“Aher belum datang dan belum ada konfirmasi hadir atau tidak hadir sampai siang ini. Kami belum mengetahui apakah yang bersangkutan akan datang sore ini atau tidak,” ucapnya pada awak media, Senin (7/1).

Sementara, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono juga batal menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik KPK. Sebab, Soni meminta penjadwalan ulang.

Mantan aktivis ICW menjelaskan pihaknya menerima surat dari Soni yang meminta penjadwalan ulang. Soni memang rencananya akan diperiksa untuk tersangka Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J). 

“Kami mendapat surat pemberitahuan permintaan penjadwalan ulang Kamis 10 Januari 2019 karena ada kegiatan lain,” jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 9 tersangka. Selain Neneng dan empat pihak yang tengah menjalani proses persidangan di Tipikor Bandung, ada empat tersangka yang masih menjalani proses penyidikan. 

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Neneng Hasanah beserta anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji oleh para petinggi Lippo Group, terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta pada lahan seluas 774 hektare.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Aher Kembali Tak Hadiri Panggilan KPK