alexametrics

Jawaban Polri Saat Diminta Jangan Langgar HAM Tangani KKB

6 Desember 2018, 16:36:42 WIB

JawaPos.com – Situasi di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, masih memanas pasca serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tim gabungan TNI-Polri pun sudah terjun untuk melakukan evakuasi dan pengamanan terhadap warga sipil.

Dalam situasi ini, Polri tidak mau gegabah. Penegakkan hukum menjadi syarat utama di tengah status tertib sipil di wilayah itu. Namun, mereka berjanji tetap mengedepankan hak asasi manusia (HAM) dalam prosesnya

“Pasti dalam penegakkan hukum, unsur HAM dijunjung tinggi,” tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada JawaPos.com, Kamis (6/12).

Dalam penanganan kelompok bersenjata ini, Polri katanya berada di garis depan dibackup oleh TNI. Sinergitas katanya menjadi kunci untuk melumpuhkan mereka.

Tindakan represif aparat kata Dedi akan dilakukan jika situasi terdesak. Termasuk melumpuhkan dengan cara menembak apabila kelompok KKB menyerang tim gabungan.

Tentu dengan mengacu standar operasional prosedur (SOP), tidak serampangan seperti yang dikhawatirkan sejumlah kelompok masyarakat.  “Ya sesuai SOP dan itu secara hukum diperbolehkan seperti overmacht dan noodweer (daya paksa dan pembelaan terpaksa),” jelasnya.

Lantas bagaimana terkait Amnesty Internasional Indonesia yang meminta agar para pelaku dibawa ke pengadilan bukan dengan hukuman mati? “Kan law enforcement approach juga penyelesainya melalui pengadilan,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta agar tidak ada hukuman mati terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penyerangan di Yigi, Nduga, Papua. Semuanya, harus diadili melalui jalur pengadilan.

Dia juga meminta agar aparat keamanan terkhusus Polri memperhatiian hak asasi manusia (HAM) dalam tindakannya menangani KKB

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jawaban Polri Saat Diminta Jangan Langgar HAM Tangani KKB