alexametrics
KKB Papua Bantai Pekerja Jembatan

Bukan TNI, Elen Sebut Kakaknya Akrab dengan Warga di Distrik Yigi

6 Desember 2018, 06:25:37 WIB

JawaPos.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengaku menyerang anggota TNI, bukan warga sipil di Distrik Yigi dan Distrik Mbua, Nduga, Papua. Namun sayangnya beberapa korban merupakan warga sipil dan bukan anggota TNI.

Hal tersebut disampaikan oleh Eleneora Bano yang merupakan adik dari Emanuel Beli Naiktes Bano. Elen mengaku, kakaknya merupakan karyawan PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di atas Kali Yigi-Kali Aurak di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Dirinya memastikan bahwa sang kakak adalah warga sipil.

“Kakak Eman kerja di Papua itu di bagian jembatan Yigi di PT Istaka. Kakak Eman karyawan bukan anggota TNI,” kata dia saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (5/12).

Bukan TNI, Elen Sebut Kakaknya Akrab dengan Warga di Distrik Yigi
Infografis penembakan di Papua (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Ia mengatakan, Emanuel sudah bekerja selama 1 tahun 2 bulan di Papua untuk membangun jembatan itu. Jadi karyawan PT Istaka Karya, Emanuel langsung ditugaskan untuk membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

“(Kerja sejak) Bulan Oktober tahun lalu. Langsung tugas di sana,” ujar Elen.

Ada beberapa jembatan katanya yang bakal ditangani Eman. Namun, pembangunan berikutnya dilakukan setelah jembatan di Distrik Yigi tuntas. “Katanya ada beberapa jembatan. Satu tuntas dulu, baru pindah ke jembatan lain,” sebutnya.

Hingga kini, Elen mengaku belum mendapat kabar dari kakaknya pascainsiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di dua distrik itu. Ia dan keluarga hanya mengikuti perkembangan informasi dari berita yang ada.

Namun dipastikan, dari 4 orang pekerja PT Istaka Karya yang berhasil selamat, tidak ada Emanuel di sana. “Jadi kami tidak tahu kabar kakak Emanuel sekarang bagaimana,” tuturnya dengan suara penuh cemas.

Adapun Emanuel terakhir menghubunginya pada 8 November lalu melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Setiap kali mengabari, kakaknya mengatakan bahwa masyarakat di Distrik itu sangat ramah. Emanuel tinggal di kamp yang dibuat PT Istaka Karya dan lokasinya dekat dengan rumah warga.

“Kakak Eman selalu bilang akrab dengan mereka, akrab sekali. Malah setiap kali foto ditunjukkan ke kami sama masyarakat Papua itu,” bebernya.

Karenanya, Elen mengaku kaget ketika mendengar ada penyerangan di lokasi kakaknya bekerja. “Baru dengar kemarin kami kaget sampai ada begitu berlawanan dengan biasa kakak Eman cerita,” ucapnya dengan nada sedih.

Elen dan keluarga pun kini hanya bisa berharap agar ada kabar baik datang dari Eman. “Semoga pihak TNI dan Polri untuk evakuasi kalau bisa secepatnya dan ketemu Kakak Eman dalam keadaan sehat dan selamat,” pungkasnya dengan penuh harap.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (dna/ce1/JPC)



Close Ads
Bukan TNI, Elen Sebut Kakaknya Akrab dengan Warga di Distrik Yigi