KSAD Diminta Tindak Prajurit yang Diduga Terlibat Ricuh Kanjuruhan

6 Oktober 2022, 21:27:46 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengapresiasi sikap Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang mengunjungi korban tragedi Stadion Kanjuruhan di RSUD dr. Saiful Anwar, Malang, Kamis (6/10). Dave mendukung sikap tegas Dudung Abdurachman untuk menindak tegas prajuritnya dalam tragedi kanjuruhan.

“Apa yang KSAD jalankan hanya kunjungan biasa, keprihatinan (Jenderal Dudung kepada korban dan keluarganya). KSAD menjalankan tugas dan fungsinya,” kata Dave Laksono kepada wartawan, Kamis (6/10).

Empati Jenderal Dudung kepada korban dan keluarga tragedi Kanjuruhan patut diapresiasi. Dave juga mendukung Jenderal Dudung untuk menindak tegas prajurit TNI yang terlibat tragedi Kanjuruhan, sehingga mengakibatkan ratusan nyawa melayang.

“Harus diikuti pengusutan, apakah ada personel TNI yang benar-benar terlibat yang mengakibatkan (jatuhnya korban) atau hanya terbawa emosi ketika melaksanakan tugas,” tegas Dave.

Lebih lanjut, Dave menambahkan Komisi I DPR akan terus menunggu hasil perkembangan pengusutan dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam tragedi Kanjuruhan.

“Kita tunggu saja seberapa jauh penindaklanjutannya,” tegas Dave.

Dave juga berharap, Jenderal Dudung terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Komisi I DPR. Karena Komisi yang salah satunya membidangi masalah keamanan dan pertahanan ini merupakan mitra kerja TNI.

“Menjalin komunikasi kepada kami di DPR karena apa yang kami sampaikan itu juga adalah aspirasi masyarakat bukan karena kami mengada-ngada. Kami adalah corong masyarakat,” ucap Dave.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebelumnya telah memastikan akan memproses hukum oknum TNI yang terlibat dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam. Dia memastikan akan memproses pidana prajurit TNI yang diduga melakukan pemukulan terhadap suporter Aremania.

“Saya berusaha untuk tidak etik. Karena etik ini apabila tadi, ada memang syarat-syaratnya. Bagi saya itu sudah sangat jelas, itu pidana,” kata Andika di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/10) kemarin.

Andika menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa lima prajurit TNI yang diduga terlibat tragedi Kanjuruhan. Pemeriksaan itu dilakukan karena ditemukan bukti awal keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

“Sejauh ini yang prajurit kita periksa ada lima, pemeriksaan ini karena sudah ada bukti awal. Dari lima ini, empat sudah mengakui, tapi satu belum. Tapi kami enggak menyerah,” ucap Andika.

Menurut Andika, apabila masyarakat mempunyai video keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa kerusuhan di Kanjuruhan, segera membuat laporan. Dia memastikan akan menindaklanjuti setiap kesalahan dari prajurit TNI.

“Kami terus minta info dari siapapun juga, siapapun yang punya video. Selain itu, kita juga sedang memeriksa unsur pimpinan. Karena mereka ini kan sersan II ada empat orang dan prajurit satu orang,” jelas Jenderal Andika.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads