JawaPos Radar

Demi Dapat Proyek

Pengusaha Beri Gratifikasi Zumi Zola dan Adiknya untuk Keperluan PAN

06/09/2018, 14:02 WIB | Editor: Kuswandi
Zumi Zola
Zumi Zola saat akan menjalani sidang perdana (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Direktur PT Artha Graha Muhammad Imaduddin alias Iim mengaku beberapa kali memberikan gratifikasi kepada Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola Zulkifli. Gratifikasi tersebut diberikan melalui Afip Firmansyah, asisten pribadi Zumi.

"Saya pernah memberikan bantuan ke Zumi melalui Pak Afip," kata Iim saat bersaksi untuk terdakwa Zumi Zola terkait kasus suap dan gratifikasi di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

Iim menjelaskan, dirinya mengenal Zumi melalui Afip yang dia kenal sejak 2016. Kemudian saat melakukan pertemuan, Afip meminta tiket, penyewaan mobil dan hotel untuk keperluan akomodasi DPD PAN Jambi ke Jakarta.

"Itu semua berjumlah 25 orang, kalau di total Rp 75 juta," ujar Iim.

Iim pun mengetahui bahwa Zumi merupakan anggota DPW PAN Kota Jambi. Sehingga keperluan itu agar Zumi membantu keperluan DPD PAN. "Terdakwa pengurus DPW PAN," tegas Iim.

Selain itu, Iim mengaku pernah memberikan mobil ambulans bermerk Suzuki AVP untuk keperluan Zumi Laza, adik dari Zumi Zola. Mobil ambulans tersebut total diberikan dua unit kepada DPD PAN.

"Waktu itu Zumi Laza belum jadi pengurus, dua unit ambulan diberikan. Total kalau diuangkan Rp 374 juta," sebut Iim.

Iim menduga, keperluan dua unit mobil ambulans itu diperuntukkan Zumi Laza sebagai bentuk sikap loyalnya kepada DPD PAN. "Berdasarkan pengakuan Apif, Zumi Laza dituntut harus loyal ke partai dan harus menjadi Ketua DPD PAN Kota Jambi," sebut Iim.

Tak hanya itu, Iim pun menyebut diminta Afip untuk menyewakan kantor DPP PAN Kota Jambi selama dua tahun. "Dari Apif 100 juta untuk dua tahun sewa," jelasnya.

Imadudin mengatakan, dia membantu keperluan Zumi dan adiknya karena ingin mendapatkan proyek di Provinsi Jambi. Ia pun mengaku mendapatkan proyek pada periode 2016-2017.

"Para pengusaha bilang Apif orang kepecayaan Pak Gubermur (Zumi) sehingga pengusaha percaya ketika diperintah Apif," kata Imaduddin.

Dalam perkara ini, Zumi Zola didakwa menerima gratifikasi senilai total Rp 44 miliar dan satu unit Toyota Alphard dari sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2014-2017.

Zumi juga didakwa memberikan suap Rp 16,4 miliar kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Zumi melakukan aksinya bersama Plt Sekda Pemda Provinsi Jambi Apif Firmansyah, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Arfan, dan Asisten 3 Sekda Provinsi Jambi Saipudin.

Atas perbuatannya, dia didakwa melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Zumi juga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up