alexametrics

19 Ribu Kasus, 6,9 Ton Narkotika, 25 Ribu Tersangka

Pengungkapan Kasus Narkotika Polri
6 Juni 2020, 15:03:52 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 tidak menghentikan bandar narkotika untuk menjalankan bisnis haramnya. Polri merilis data jumlah kasus narkotika yang mencapai 19.468 dalam kurun waktu Januari hingga awal Juni tahun ini. Jumlah barang bukti yang disita juga fantastis, mencapai 6,9 ton narkotika.

Kapolri Jenderal Idham Azis menuturkan, dari 19.469 kasus narkotika itu, terdapat 25.526 tersangka. Sedangkan 6,9 ton narkotika yang disita terdiri atas 3,52 ton sabu-sabu; 3,35 ton ganja; 55,26 kg tembakau gorilla; dan 552.427 butir ekstasi. ”Semua barang haram ini berhasil digagalkan beredar di masyarakat,” katanya di Jakarta kemarin (5/6).

Hasil tangkapan itu sesuai perhitungan Polri. Artinya, terdapat 27 juta jiwa yang berhasil diselamatkan untuk tidak menggunakan narkotika. ”Kalau tidak dicegah, sejumlah itulah generasi bangsa yang bisa diracuni narkotika,” papar mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Menurut dia, dua kasus terbaru pada akhir Mei dengan jumlah 821 kg narkotika berhasil digagalkan. Juga, pada awal Juni 402 kg narkotika berhasil disita petugas dalam kasus penyelundupan di Sukabumi, Jawa Barat. ”Jajaran berhasil melakukan pencegahan,” terangnya.

Polri tidak akan mengendurkan langkah memberantas peredaran narkotika. Instruksi tindakan tegas terukur, bahkan tembak mati kepada bandar, telah dilakukan. Khususnya untuk bandar narkoba yang melawan petugas. ”Ini komitmen Polri memerangi bandar narkotika,” tegasnya.

Idham menuturkan, kinerja Satgasus Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar perlu diapresiasi. Diharapkan, semua itu terus ditingkatkan.

”Saya apresiasi dan kembali tekankan, jangan ragu tindakan tegas,” paparnya.

Semua langkah Polri itu juga bertujuan mewujudkan Indonesia bebas dari narkotika. Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Polri berhasil menangkap enam orang yang menyelundupkan 402 kg sabu-sabu asal Iran. Kasus penyelundupan sabu-sabu asal Iran sangat jarang terjadi di Indonesia. Biasanya, sabu-sabu asal Tiongkok yang membanjiri Indonesia.

Kasus tersebut masih dikembangkan untuk mendeteksi pelaku lain. Sabu-sabu itu dikirim ke Indonesia dengan metode ship-to-ship. Sabu-sabu dipindahkan antarkapal di tengah Samudra Hindia. Kapal penerima sabu-sabu lalu menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c11/ttg



Close Ads