alexametrics
Tweet Andi Arief setelah Tidak Ditahan

Doakan Saya bisa Memperbaiki Salah Menuju Benar

6 Maret 2019, 12:38:12 WIB

JawaPos.com – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Andi Arief akhirnya diizinkan pulang tadi malam. Karena dianggap hanya pengguna, dia tidak disidik polisi.

Andi diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalani asesmen. Hasil asesmen itulah yang menjadi dasar diperbolehkannya Andi pulang. Hari ini dia harus kembali ke BNN untuk menjalani rehabilitasi.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyampaikan, Andi sudah pulang setelah magrib kemarin. Dia mengungkapkan, polisi memutuskan untuk merehabilitasi Andi. Sebab, polisi tidak menemukan barang bukti sabu-sabu ketika menangkap Andi di Menara Peninsula Hotel.

Doakan Saya bisa Memperbaiki Salah Menuju Benar
Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu menerangkan, BNN-lah yang akan mengatur rehabilitasi bagi kolega partainya tersebut. ”Kami menunggu dari BNN,” katanya.

Keterangan serupa disampaikan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Dia menyampaikan, Andi memang menjalani asesmen kemarin. Menurut dia, seluruh proses dan tahap yang dibutuhkan untuk asesmen sudah selesai. Demikian pula proses lain.

”Proses administrasi telah selesai. Semua surat sudah ditandatangani,” ujarnya. Meski mengizinkan Andi pulang, dia menegaskan bahwa hari ini Andi harus kembali ke BNN untuk menjalani rehabilitasi.

Kemarin pukul 19.23, Andi sempat nge-tweet. Isinya: Tak ingin berakhir di sini. Kesalahan bisa saja membenamkan, namun upaya menjadi titik awal pencarian jalan hidup dengan kualitas berbeda jika benar-benar tak putus asa. Mohon maaf, saya telah membuat marah dan kecewa. Doakan saya bisa memperbaiki salah menuju benar.

Sementara itu, kuasa hukum Andi, Dedi Yahya, membenarkan bahwa Andi sudah pulang. Dia, kliennya tersebut pulang sekitar pukul 19.00. Andi diantar dengan mobil bersama dirinya dan anggota tim kuasa hukum yang lain. ”Saat kita wawancara tadi kan ada mobil. Nah, dia pulang,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Namun, Dedi enggan membocorkan ke mana Andi pulang. Yang pasti, kliennya tidak kembali ke Bareskrim Mabes Polri. ”Jadi, semua pemeriksaan sudah dinyatakan selesai,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, Andi ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Minggu malam (3/3) di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat. Polisi hanya menemukan alat isap sabu-sabu (bong) di kamar tersebut. Meski demikian, berdasar hasil tes urine, Andi dinyatakan positif mengonsumsi sabu-sabu.

Saat ditangkap, Andi dikabarkan sedang bersama seorang perempuan. Foto-foto perempuan tersebut sudah beredar di media sosial. Kemarin perempuan itu diperiksa oleh polisi.

Polisi Periksa Teman Perempuan Andi

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, Andi sudah kenal lama dengan perempuan itu. Namun, Iqbal tak mau menyebutkan identitas perempuan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa perempuan itu berinisial L. Dia bukan politikus seperti info yang selama ini beredar. “Diduga sahabat, (mereka, Red) kenal satu sama lain,” terang Iqbal.

Iqbal menjelaskan, sampai kemarin sore L masih diperiksa penyidik di kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Cawang, Jakarta Timur. Dia belum bisa menyampaikan kepentingan maupun peran L saat menemani Andi. Termasuk, kepastian perempuan tersebut mengonsumi narkoba atau tidak. Sampai kemarin, L masih berstatus terperiksa. Di mana perempuan tersebut saat polisi menangkap Andi? Menurut Iqbal, jawaban atas pertanyaan itu sedang didalami penyidik. “Apakah dia sembunyi atau di luar kamar, nanti kami sampaikan,” terangnya.

Iqbal menyatakan, kuat dugaan Andi berada di Menara Peninsula Hotel memang untuk mengonsumsi sabu-sabu. Polri belum menemukan petunjuk bahwa Andi punya urusan lain di hotel tersebut. “Kan sudah terbukti positif (mengonsumsi sabu-sabu, Red),” jelas dia. Hasil asesmen sementara, Andi bukan kali pertama mengonsumsi narkoba. “Saudara AA mengonsumsi narkoba sudah beberapa kali,” terangnya. Polisi kini juga menelusuri orang yang menjual sabu-sabu kepada Andi.

Karena polisi tidak menemukan sabu-sabu di kamar hotel yang disewa Andi, sambung Iqbal, mekanisme asesmen dilakukan terhadap mantan komisaris PT Pos Indonesia itu. “Saya sampaikan kemarin (Senin, Red), Saudara AA itu korban karena dia pengguna,” tegasnya. Karena itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyerahkan Andi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalani asesmen.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko pun membenarkan bahwa Andi sudah diserahkan oleh Bareskrim kepada instansinya untuk kebutuhan asesmen. “Asesmen dilakukan untuk mengetahui tingkat ketergantungan,” imbuh dia kemarin. Keterangan itu disampaikan oleh Heru kepada awak media di kantor BNN, Cawang. Dari asesmen tersebut, jelas Heru, dapat ditentukan apakah pengguna narkoba bisa direhabilitasi. Asesmen terhadap Andi merupakan asesmen medis. Tujuannya, memeriksa kondisi tubuh. Selain itu, melalui asesmen tersebut, bisa diketahui tingkat kecanduan dan lama konsumsi narkoba.

Sementara itu, Andi Arief akhirnya menyatakan mundur dari jabatannya sebagai wakil sekretaris jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat. Dia akan berfokus menghadapi kasus hukum yang menjeratnya. Pengunduran diri Andi disampaikan Rachland Nashidik yang juga Wasekjen Partai Demokrat.

Rachland sudah bertemu langsung dengan Andi. Menurut dia, koleganya separtai itu meminta maaf kepada teman-temannya. “Dia meminta maaf karena merasa telah membuat kawan-kawannya kecewa,” ujar Rachland setelah berkunjung ke Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kemarin (5/3). Kata dia, Andi meminta pengunduran dirinya disampaikan ke DPP Partai Demokrat. “Tentu akan ada mekanisme atas keputusan itu,” ucapnya.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, menyatakan bahwa kejadian yang menimpa Andi bisa terjadi pada siapa saja. “Apa pun alasan dan jalan ceritanya,” ucap AHY melalui keterangan resmi kemarin.

Menurut putra sulung Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, Andi merupakan kawan setia dalam perjuangan. Seseorang yang pemberani dan penuh kontroversi. Andi berani bersuara lantang dan tidak takut dengan siapa pun. Dia berdiri di atas akal sehat dan kebenaran.

Terpisah, cawapres Sandiaga Uno menilai kejadian itu menegaskan bahwa Indonesia sudah darurat narkoba. Sandi -sapaan Sandiaga- meminta seluruh elemen masyarakat perang total, all-out, untuk memastikan peredaran narkoba bisa dihapus dari Indonesia.

“Jadi, mari kita gunakan kesempatan ini untuk tidak saling menyalahkan, tetapi ikut prihatin pada situasi ini dan mendoakan yang terbaik. Kita berdoa yang terbaik untuk Andi Arief,” ujar Sandi.

Di sisi lain, kasus yang menimpa Andi Arief membuat nama Prabowo-Sandi terseret. Bisa jadi, situasi itu berpengaruh terhadap langkah-langkah politik maupun elektabilitas pasangan nomor urut 02 tersebut. Namun, anggota Dewan Pengarah BPN 02 Fadli Zon menepis spekulasi itu. “Saya kira enggak ada dampaknya (kepada Prabowo-Sandi, Red). Enggak ada sedikit pun,” tegasnya di gedung DPR.

Menurut Fadli, kasus Andi tidak perlu dipolitisasi. Dia memandang musibah yang menimpa Andi sebagai masalah personal. Di sisi lain, menurut Fadli, kasus itu merupakan alarm bagi siapa pun, terutama elite politik, untuk menghindari narkoba.

“Masyarakat bisa melihat dengan jelas bahwa kasus-kasus seperti ini bisa melanda siapa saja. Harus dipisahkan dari partai, dari politik, termasuk dari agama, dari suku, dan sebagainya,” tutur wakil ketua DPR itu. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (syn/lum/bay/wib/c5/c9/c11/oni)

Copy Editor :

Doakan Saya bisa Memperbaiki Salah Menuju Benar