alexametrics

Bebaskan Samsul dari Abu Sayyaf, Polri Tunggu Instruksi Kemenlu

6 Januari 2019, 12:53:32 WIB

JawaPos.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunggu instruksi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait warga negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok Abu Sayyaf. Sebab dalam penanganannya mengutamakan jalur diplomasi.

“Menunggu Kemenlu sebagai leading sector-nya. Masih mengedepankan diplomasi-diplomasi kalau memang betul kejadian tersebut,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada JawaPos.com, Minggu (6/12).

Ya dalam upaya pembebasan WNI yang disandera kelompok radikal asal Filipina itu, Polri tidak bisa langsung melaksanakan penegakkan hukum. Pasalnya, setiap negara memiliki aturan hukumnya masing-masing.

“Polri hanya bisa membantu bersama stakeholder terkait menempuh jalur diplomasi, tidak bisa laksanakan gakkum karena otoritas hukumnya negara Filipina,” tegas Dedi.

Sebelumnya, Samsul Sangunim, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majene, Sulawesi Barat dikabarkan disandera kelompok radikal Abu Sayyaf di Filipina. Hal itu diketahui melalui rekaman video yang beredar beberapa hari lalu.

Dalam rekaman tersebut, Samsul yang diculik di perairan Pulau Gaya di Semporna pada 11 September lalu, memohon agar segera dibebaskan.

Terlihat pula Samsul dimasukkan dalam sebuah lubang yang baru saja digali. Dia menangis dan memohon bantuan agar secepatnya dibebaskan.       

“Tolong saya bos, tolong saya bos, tolong ….,” kata Samsul di dalam video itu.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini


Close Ads
Bebaskan Samsul dari Abu Sayyaf, Polri Tunggu Instruksi Kemenlu