alexametrics

Kaget KPK OTT Lagi, ICW Minta Koruptor Dana Covid-19 Dihukum Maksimal

5 Desember 2020, 19:39:36 WIB

JawaPos.com – Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) berinisial J diminta untuk disikapi serius. Peneliti Divisi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Dewi Anggraeni mengatakan, seharusnya tidak ada yang bermain-main dengan dana rakyat di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Dewi menyampaikan, anggaran pada masa sulit seperti sekarang seharusnya digunakan secara efisien dan efektif. Dia pun meminta oknum yang menyelewengkan dana tersebut diganjar hukuman maksimal.

“Kalau misalnya dana-dana yang terbatas saja diselewengkan, dorongan ICW harus ada titik berat pemberian hukuman atau maksimal kalau nanti dikenakan di Pasal 2 dan Pasal 3,” kata Dewi saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (5/12).

Diketahui, menurut Pasal 2 Ayat (2) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, seseorang yang melakukan korupsi dalam keadaan tertentu seperti bencana alam, krisis ekonomi, dan sejenisnya, bisa dijatuhi hukuman mati.

Kendati demikian, ICW mencatat belum pernah ada yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia karena korupsi di keadaan tertentu. Sejuah ini pemberian hukuman hanya pada minimum tuntutan.

“Jadi dorongam ICW hukuman maksimal, apalagi ini dana yang berbeda dari dana-dana yang bisa dikatakan dikorupsi oleh orang tapi tidak pada masa pandemi,” imbuh Dewi.

Di sisi lain, ICW mengaku tidak heran ada oknum Kemensos terjaring OTT KPK. Itu menunjukkan bahwa selama ini pemerintah tidak transparan terhadap penggunaan dana Covid-19. Akses publik untuk mengontrol uang tersebut dianggap sangat terbatas.

baca juga: Respons Mensos Juliari Saat Anak Buahnya Kena OTT KPK

“Sebenarnya ICW sendiri kaget ada OTT, karena sudah dalam 10 hari terakhir KPK udah keempat kalinya. Ini yang pertama terkait dana covid,” pungkas Dewi.

Sebelumnya, KPK kembali melakukan OTT. Operasi senyap kali ini menjaring sejumlah pejabat pembuat komitmen (PPK) pada program bantuan sosial (Bansos) di Kementerian Sosial (Kemensos).

“Betul, pada Jumat tanggal 4 Desember 2020 jam 23.00 sd Jumat tanggal 5 Desember 2020 jam 02.00 WIB dinihari KPK telah melakukan tangkap tangan tangan terhadap PPK pada program Bansos di Kemensos RI,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dikonfirmasi, Sabtu (5/12).

Firli menduga, pejabat di Kemensos menerima hadiah atau janji dari para vendor Bansos di Kemensos RI dalam penanganan pandemi Covid-19. “Mereka sudah dibawa ke gedung merah putih untuk pemeriksaan,” ujar Firli.

Secara keseluruhan ada 6 orang yang ditangkap dalam kssus ini termasuk pihak swasta. “J dan beberapa pihak swasta total enam,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Sabtu (5/12).

baca juga: KPK Amankan Uang Tunai dalam OTT Pejabat Kemensos

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads