alexametrics

Sasaran TNI, TPNPB Akui Penyerangan di Yigi Melalui Akun Facebook

5 Desember 2018, 15:09:47 WIB

JawaPos.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengakui telah melakukan penyerangan di Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. Namun mereka mengklaim pihaknya menyerang aparat Zeni Tempur (Zipur) TNI Angkatan Darat dan bukan warga sipil.

Panglima Daerah TPNPB Makodap III Ndugama Egianus Kogeya melalui akun Facebook resmi TPNPB mengatakan, sejak 2 Desember 2018, pihaknya melakukan operasi di tiga wilayah tersebut di bawah pimpian Komandan Operasi Pemne Kogeya.

“Ya benar, operasi di Kali Aworak, Kali Yigi, Pos TNI Distrik Mbua, kami yang lakukan dan kami siap bertanggung jawab penyerangan ini,” ungkap Egianus, seperti tertulis di akun Facebook TPNPB.

Sasaran TNI, TPNPB Akui Penyerangan di Yigi Melalui Akun Facebook
Lokasi penembakan pekerja di Papua (Dok. Kementerian PUPR)

Dalam penyerangan ini, 24 orang tewas. Semua korban katanya merupakan prajurit TNI. Dia membeberkan, TPNPB KODAP III Ndugama sudah lebih dari tiga bulan melalukan pamantauan dan patroli terhadap pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos Mbua. Didapati bahwa pekerja pembangunan kali itu murni anggota TNI.

“Kami sudah secara lengkap mempelajari pekerja di kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua adalah satu kesatuan. Pos Mbua adalah pos resmi sebagai pos kontrol dan yang bekerja di Kali Aworak, Kali Yigi adalah murni Anggota TNI,” kata Pemne.

“Karena kami tahu bahwa yang berkerja selama ini untuk jalan trans dan jembatan-jembatan yang ada sepanjang Jalan Habema Juguru Kenyam Batas Batu adalah murni anggota TNI,” tegasnya lagi.

Pengamatan itu didukung dengan pemberitaan di media online pada 2016 lalu, yang menulis bahwa prajurit Satgas pembangunan jalan trans-Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP 1) mengoperasikan alat berat di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

TNI AD melakukan pembangunan dan peningkatan jalan Wamena-Mumugu sejauh 278 km yang diharapkan mampu meningkatkan aspek kesejahteraan sosial, ekonomi, pendidikan hingga kesehatan khususnya masyarakat pedalaman Papua.

“Sasaran serangan kami tidak salah, kami tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa dan mana pekerja anggota TNI walaupun mereka berpakaian sipil atau preman. Kami juga siap bertanggung jawab terhadap penyerangan pos TNI Distrik Mbua,” sebut Pemne.

Mereka menegaskan, pimpinan sampai anggota TPNPB Komando Nasional, memiliki kode etik perang revolusi. Yakni, tidak akan berperang melawan warga sipil yang tidak seimbang dan sepadan.

Untuk itu Pemne mengimbau kepada TNI-Polri untuk berperanglah secara gentle dan bertanggung jawab. “Pisahkan mana basis rakyat sipil mana basis dan wilayah perang. Jangan seperti hari ini yang sangat brutal serang sembarangan tempat denhan mengunakan bom peledak dalam kapasitas besar,” tukas Pemne.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Sasaran TNI, TPNPB Akui Penyerangan di Yigi Melalui Akun Facebook