JawaPos Radar

22 Anggota DPRD Malang Diduga Terima Gratifikasi, Jumlahnya Fantastis

05/09/2018, 10:46 WIB | Editor: Imam Solehudin
Febry Diansyah
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Febry menyebut kalau pihaknya telah menemukan dugaan adanya gratifikasi, yang diterima 22 Anggota DPRD Malang. (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setelah menetapkan tersangka terhadap 22 anggota DPRD Malang, KPK menemukan fakta baru. KPK menduga para legislator tersebut menerima uang gratifikasi senilai Rp 5,8 miliar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, dugaan penerimaan gratifikasi itu merupakan pengembangan kasus dugaan suap di Pemerintah Kota Malang.

Dalam kasus itu, nilai suap sebesar Rp 700 juta dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton. Suap melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemkot Malang Jarot Edy Sulistiyono kepada anggota DPRD Malang. Sedangkan kasus dugaan gratifikasi berkaitan dengan dana pengelolaan sampah di Kota Malang.

"Diduga para anggota DPRD menerima total Rp 700 juta untuk kasus suap dan Rp 5,8 miliar untuk dugaan gratifikasi. Dalam kasus dugaan gratifikasi terhadap anggota DPRD Malang ini, salah satu yang didalami penyidik adalah dugaan penerimaan terkait dana pengelolaan sampah di Kota Malang," ungkapnya pada awak media, Rabu (5/9).

Mantan aktivis ICW itu meminta para tersangka untuk bersikap kooperatif. Febri mengimbau agar lebih baik jika para tersangka mengembalikan uang yang pernah diterima.

"Kami ingatkan agar para tersangka kooperatif terhadap proses hukum dan dapat mengembalikan uang yang pernah diterima kepada KPK. Hal itu akan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan tuntutan dan hukuman nanti di persidangan," imbuhnya.

Sekadar informasi, kata Febri, sebagian dari 19 anggota DPRD Kota Malang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya telah mengakui perbuatannya dan mengembalikan uangnya kepada KPK.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 22 orang anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi. Mereka diduga menerima duit Rp 12,5 hingga Rp 50 juta per orang dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton.

Uang itu diduga terkait memuluskan pengesahan Perubahan APBD Malang 2015. Anton sendiri juga telah menjadi tersangka dalam kasus ini.

Penetapan 22 orang tersangka ini merupakan tahap ketiga setelah sebelumnya ada 19 orang anggota DPRD yang lebih dulu jadi tersangka. Total, ada 41 orang anggota DPRD yang menjadi tersangka.

(ce1/ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up