alexametrics

“Sambo Pakai Seragam Lengkap, Penyidik Bisa Gemetaran”

5 Agustus 2022, 10:32:52 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat banyak apresiasi setelah mencopot anggotanya yang diduga menghambat pengusutan kasus Yosua. Pengamat kepolisian hingga Kompolnas memberikan acungan jempol atas transparansi yang ditunjukkan Kapolri.

Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyatakan, kehebohan kasus penembakan Brigadir Yosua telah memunculkan asumsi yang sangat liar akibat ketidakprofesionalan dan integritas personel Polri. ”Langkah Kapolri memeriksa 25 personel harus diapresiasi,” tuturnya.

Kapolri bisa menjadikan momentum ini untuk membenahi internal kepolisian. Tidak hanya menetapkan tersangka, tetapi juga membenahi perilaku anggota Polri dan mengevaluasi peraturan-peraturan yang tidak detail.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti juga memberikan acungan jempol kepada Kapolri. Menurut dia, berlarutnya pengusutan kasus Yosua yang diduga akibat ulah segelintir oknum polisi telah mencoreng profesionalitas dan integritas Polri. Namun, dengan ketegasan ini, dia yakin nama baik Polri akan pulih. ”Kompolnas optimistis ketegasan Kapolri akan memperlancar penyidikan kasus ini,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Kompolnas memastikan akan mengawal kasus penembakan Brigadir Yosua hingga tuntas. Serta memastikan Polri profesional dan berintegritas. ”Kami kawal semuanya,” katanya.

Sementara itu, pemeriksaan Ferdy Sambo di Bareskrim kemarin memantik protes dari tim pengacara keluarga Yosua. Mereka mengkritik Sambo yang masih mengenakan seragam Kadivpropam.

Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, menyebut kedatangan Sambo dengan seragam lengkapnya itu kurang pas. Sebab, pemeriksaan akan menjadi sangat aneh. ”Yang menyidik brigadir, yang diperiksa jenderal bintang dua,” jelasnya.

Dia menuturkan, seharusnya Sambo memakai baju sipil saat diperiksa. Dia juga tidak perlu datang dengan diantar ajudan-ajudannya. ”Ini kan bisa bikin penyidiknya gemetaran,” ujarnya.

Apalagi, kemarin Sambo masih mengenakan seragam bertanda bintang dua dengan garis merah. List atau garis merah itu merupakan tanda kewenangan. Baik untuk komandan yang memiliki anak buah bidang operasional maupun komandan yang memiliki wilayah. Padahal, Sambo sudah nonaktif dari Kadivpropam.

Bambang Rukminto mengungkapkan, kondisi itu bisa memicu masalah psikohierarkis. Padahal, Menko Polhukam Mahfud MD telah menginstruksikan agar pemeriksaan dilakukan dengan tegas. ”Jadi problem ini,” tegasnya.

Begitu juga nomenklatur Inspektorat Khusus (Irsus). Dia menyatakan bahwa Irsus ini mungkin muncul karena kasus yang diduga melibatkan Irjen Sambo sebagai Kadivpropam. ”Mulai kapan Irsus ini muncul, dasarnya, dan tugas fungsinya bagaimana,” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c14/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua