alexametrics

PPATK Duga Aliran Dana ACT Mengalir ke Aktivitas Terlarang

5 Juli 2022, 14:53:32 WIB

JawaPos.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku telah menelusuri aliran dana lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). PPATK menduga, ditemukan indikasi penggunaan untuk kepentingan pribadi dan juga aktivitas terlarang.

“Ya indikasi kepentingan pribadi dan terkait dengan dugaan aktivitas terlarang,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dikonfirmasi, Selasa (5/7).

Ivan mengutarakan, pihaknya juga menemukan aliran dana ACT ke luar negeri. Namun, tidak menjelaskan secara rinci terkait aliran uang tersebut. “Ada juga dana aliran ke luar negeri,” tegas Ivan.

Terpisah, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kehebohan soal fasilitas mewah dan gaji tinggi yang diterima pimpinan ACT, hingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana.

Kabar heboh soal fasilitas mewah dan gaji tinggi pimpinan ACT kali pertama dimuat oleh sebuah majalah nasional. “Permohonan maaf yang luar biasa sebesar-besarnya kepada masyarakat mungkin masyarakat kurang nyaman terhadap pemberitaan,” ujar Ibnu di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7) kemarin.

Ibnu memastikan, ACT berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Selama ini, kiprahnya pun sudah banyak terlihat.

“Aksi Cepat Tanggap menjadi penyalur bantuan kebaikan dermawan, sebagai lembaga kemanusiaan yang dipercayai masyarakat melalui program kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan juga emergensi. Ini perlu kami sampaikan di awal,” pungkas Ibnu.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua