alexametrics
Kasus Perusakan Barang Bukti

Jokdri Dituntut 2 Tahun 6 Bulan, Klaim Bukan Terkait Match Fixing

5 Juli 2019, 18:00:53 WIB

JawaPos.com – Setelah dua kali tertunda, sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kemarin (4/7). Jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Sigit Hendradi menuntut pria asal Ngawi tersebut dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Dia dianggap memenuhi unsur dalam pasal 235 jo pasal 233 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan alternatif kedua subsider.

JPU menyatakan, dalam sidang, terdakwa mengakui memerintah saksi Mardani Mogot yang kemudian bersama saksi Mus Muliadi memasuki area yang sudah diberi garis polisi untuk mengambil sejumlah barang. JPU menegaskan bahwa tidak terdapat alasan pemaaf maupun pembenar penghapus pidana atas perbuatan terdakwa. ’’Sementara yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum,’’ ujar Sigit.

Jalannya sidang sempat molor dari jadwal yang ditetapkan. Awalnya, sidang dijadwalkan pada pukul 13.00. Namun, Jokdri –sapaan Joko Driyono– baru datang di pengadilan pada pukul 16.30 dan sidang baru dimulai 15 menit kemudian.

Anggota tim penasihat hukum terdakwa, Mustofa Abidin, optimistis bisa mematahkan dalil-dalil tuntutan jaksa terhadap kliennya. Menurut dia, tidak terdapat satu pun fakta di sidang yang memenuhi unsur pasal yang digunakan JPU dalam tuntutannya. ’’Kami optimistis. Nanti, saat pleidoi, kami paparkan semua argumentasi hukum kami yang akan mematahkan argumentasi JPU,’’ jelasnya.

Mustofa bakal membedah satu per satu unsur dalam pasal 233 KUHP dengan fakta-fakta di sidang. ’’Nanti terlihat jelas bila pasal itu kita sandingkan dengan fakta sidang. Tunggu saja nanti nota pembelaan dari kami,’’ katanya.

Mustofa menegaskan, sesuai dengan fakta sidang, perkara itu sama sekali tidak terkait dengan match fixing di sepak bola. Sidang dilanjutkan dengan pembacaan pleidoi dari pihak kuasa hukum Jokdri pada 11 Juli mendatang.

Sementara itu, saat menjalani sidang kemarin, Mustofa menyebut Jokdri sedang tidak enak badan. Setelah sidang, mantan Sekjen PSSI itu langsung meninggalkan ruangan dan irit bicara. ’’Kami tidak tahu spesifik sakit apa. Secara kasatmata, bisa dilihat sendiri hari ini (kemarin, Red) terdakwa kurang enak badan. Makanya, tadi majelis hakim memberikan waktu yang cukup untuk menyusun pleidoi,’’ terang Mustofa.

Masa penahanan Joko Driyono bakal berakhir pada 24 Juli. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Februari lalu, lalu menjadi tahanan Polda Metro Jaya pada 25 Maret.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads