alexametrics

Kasus EDC Cash, 12 Orang Jadi Tersangka, Korban Melapor 1.300 Orang

5 Juni 2021, 11:11:51 WIB

JawaPos.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyampaikan perkembangan kasus investasi bodong EDC Cash. Sampai saat ini, penyidik telah mrnetapkan 12 orang tersangka.

“Sebanyak 12 orang sudah ditetapkan tersangka, yang lain masih diproses berdasarkan perkara yang lain,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika saat dikonfirmasi, Sabtu (5/6).

Helmy mengatakan, 12 tersangka sudah dilakukan penahanan. Pengembangan kasus terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat masih terus berjalan.

Adapun barang bukti yang disita dalam kasus ini meliputi tanah dan bangunan, 26 unit kendaraan, surat-surat bukti pembayaran dan transfer, serta aset barang mewah lainnya.

“Penyidik masih mengembangkan untuk mencari aset yang merupakan hasil kejahatan dan direncanakan minggu depan berkas akan dikirim ke kejaksaan,” imbuh Helmy.

Sementara itu, jumlah korban yang sudah mengadu ke Polri terkait EDC Cash ini sebanyak 1.300 orang. “Penyidik telah memeriksa 63 orang,” pungkas Helmy.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan investasi bodong E-Dinar Coin (EDC) Cash. Awalnya penyidik hanya menetapkan 6 tersangka. Yakni CEO EDC Cash berinisial AY. Kemudian SY, BA, EK, AW dan MR.

AY kemudian merekrut beberapa orang untuk dijadikan upline, yang memiliki tugas mencari member layaknya sistem Multy Level Marketing (MLM). Orang yang mau menjadi member EDC Cash diminta membayar Rp 5 juta.

Uang tersebut digunakan untuk beberapa keperluan. Di antaranya, Rp 4 juta untuk pembelian 200 koin E-Dinar, Rp 300 ribu untuk sewa cloud, dan Rp 700 ribu untuk komisi upline.

“Dijanjikan bahwa diam saja, tidak aktif akan dapat keuntungan 0,5 persen per hari dan 15 persen per bulan. Diam saja. Apalagi kalau aktif mencari downline dia akan dapat 35 koin,” kata Helmy.

Para tersangka dijerat Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan, Pasal 28 Ayat 1 Jo Pasal 45A Ayat 1 dan Pasal 36 Jo Pasal 50 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, tindak pidana penipuan/perbuatan curang Pasal 378 KUHP Jo penggelapan Pasal 372 KUHP, tindak pidana pencucian uang (TPPU/Money Laundering) Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads