alexametrics

Moeldoko: Pelaku Bom Bunuh Diri Tidak Terdeteksi

5 Juni 2019, 14:30:18 WIB

JawaPos.com – Seorang pemuda dengan inisal RA nekat melakukan bom bunuh diri di Pos Polisi yang dekat dengan Tugu Kertasura pada Senin (3/5) malam. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko sudah mendapatkan informasi dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian terkait bom bunuh diri tersebut.

Dari informasi yang ia dapat, pelaku bom bunuh diri sulit terdeteksi karena bermain sendiri. RA tidak bergabung dengan kelompok teroris manapun. “Ini tidak terdeteksi, memang ini perseorangan ya. Ini tidak bermain dalam suatu jaringan sehingga cukup sulit dideteksi,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/6).

Moeldoko mengatakan pelaku bukan berasal dari keluarga ekonomi sulit dan orangnya berkribadian pendiam. Informasi yang ia dapat baru sebatas itu. Sehingga belum mengetahui motif dari pelaku yang meledakan bom tersebut. “Kami jadi belum tahu persis apa latar belakang dia sebagai apa yang menjadi garis perjuangannya, itu yang masih kita dalami ya,” ujarnya.

Moeldoko menuturkan, aparat kepolisian sejak adanya kasus ini semakin meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi di kemudian hari. “Tadinya menghadapi lebaran ini sudah cukup bagus, tapi setelah kejadian ini kita semakin meningkatkan upaya keamanan,” tuturnya.

TNI Siap Membantu Polri

Lokasi bom bunuh diri di depan Pos Pam Kartasura (Dok Radar Solo/ Jawa Pos Group)

Terpisah, Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto mengatakan, apabila militer diminta bantuan untuk menangani pelaku teror. Maka siap menernjunkan pasukannya. “Kalau TNI tetep membantu kepolisian ya dengan batas-batas yang ada,” kata Hadi.

Apalagi menurut Hadi, sebentar lagi TNI akan punya Komando Pasukan Khusus (Kopsus). Adanya Kopsus TNI juga fungsinya untuk menangani teror di Indonesia. Sehingga dengan Polri bisa melakukan kerja sama.

“Apalagi kan TNI sebentar lagi punya kopsus TNI, yang tujuannya adalah untuk membantu kami tindakan kejahatan teroris,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo terpapar paham ISIS. Saat ini, polisi masih terus mendalami sejauh mana pelaku terpapar paham tersebut.

Dedi mengatakan hasil pemeriksaan sementara, l pelaku masih amatir. Ia menyebut rekam jejak aksi pelaku belum teridentifikasi

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads