alexametrics

JPU Nilai Ferdinand sebagai Figur Publik Tak Berikan Contoh yang Baik

5 April 2022, 17:00:31 WIB

JawaPos.com – Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dituntut tujuh bulan kurungan penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Jaksa meyakini Ferdinand Hutahaean terbukti bersalah, karena perbuatan telah menimbulkan keresahan yang luas bagi masyarakat. Hal ini karena kata-kata yang ia cuit di akun Twitter miliknya @FerdinadHaean3 yang menyebut ‘Allahmu lemah harus dibela’. “Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan yang meluas bagi masyarakat,” ujar Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/4).

Jaksa juga menilai, Ferdinand tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat sebagai tokoh publik. Sehingga tuntutan tujuh bulan kurungan penjara ini diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. “Dan sebagai tokoh publik tidak memberikan contoh teladan yang baik bagi masyarakat,” katanya.

Namun demikian, Jaksa mempertimbangkan dua hal yang dianggap meringankan dalam tuntutan terhadap Ferdinand Hutahaean ini. “Pertama terdakwa belum pernah dihukum, kedua terdakwa menyesali perbuatannya dan bersikap sopan dipersidangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menuntut kurungan tujuh tahun penjara terhadap mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Adapun, Ferdinand dinilai bersalah terkait kata-kata yang ia cuit di akun Twitter miliknya @FerdinadHaean3 karena menyebut ‘Allahmu lemah harus dibela’

“Menuntut, agar majelis hakim yang mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” kata salah satu Jaksa Penuntut Umum.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini: