alexametrics

DPR Diminta Perpanjang Waktu Seleksi Hakim MK

5 Februari 2019, 15:57:07 WIB

JawaPos.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah melakukan proses seleksi hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Proses seleksi penerimaan yang berlangsung lima hari itu diikuti oleh 11 calon hakim.

“Proses seleksi wawancara akan dilaksanakan pada 6-7 Februari 2019. Seleksi juga akan dilakukan oleh dua orang hakim konstitusi aktif yang akan memperpanjang masa jabatannya untuk kedua kali,” kata Deputi Direktur Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar di Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (5/2).

Erwin bersama Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK meminta DPR untuk memperpanjang waktu proses seleksi. Karena, DPR dinilai belum transparan dalam melakukan proses seleksi.

“Kami meminta DPR untuk menerima masukan publik terhadap masing-masing calon berdasarkan asas kelayakan dan kepatutan,” ujarnya.

Erwin mengingatkan para hakim MK yang diterima nanti untuk lebih memahami isu hak asasi manusia (HAM) dan kepemiluan. Hal itu berdasar tren pengujian undang-undang. “Hakim konstitusi harus sesuai kebutuhan MK ke depan,” jelasnya.

Namun upaya untuk mendapatkan hakim sesuai harapan dan berkualitas itu terbentur dengan singkatnya waktu seleksi. Untuk itu Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK meminta DPR memperpanjang waktu seleksi, supaya bisa mendapatkan hakim yang berkualitas.

Oleh karenanya, minimnya seleksi waktu yang dibuka oleh DPR membuat akses untuk mendapatkan calon yang berkualitas menjadi tertutup. Karena banyak orang baik dan berkompeten tidak dapat menyiapkan berkas yang dibutuhkan.

“Pada sisi lain, publik belum mendapat informasi dan gambaran tentang siapa saja panel ahli yang diminta oleh DPR,” pungkasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan

Copy Editor :

DPR Diminta Perpanjang Waktu Seleksi Hakim MK