Bahar Smith Ditetapkan Tersangka, Begini Respons Ketum PBNU

5 Januari 2022, 15:22:08 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengapresiasi dan mendukung langkah Polri yang menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap pendakwah Bahar Bin Smith. Bahar ditetapkan tersangka dan ditahan oleh Polda Jawa Barat lantaran tersangkut kasus berita bohong atau hoaks yang menjurus ke suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Saya sangat mengapresiasi tindakan Polri yang telah mengambil tindakan tegas terhadap perilaku intoleran, propaganda radikal bahkan penyebaran informasi-informasi palsu oleh beberapa pihak, khususnya oleh Habib Bahar Smith yang kemudian telah diambil tindakan tegas oleh Polri,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yahya kepada wartawan, Rabu (5/1).

Menurut Gus Yahya, dengan sikap tegas dari Polri tersebut maka bisa mencegah berkembangnya paham-paham intoleran yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam.

“Hanya dengan tindakan tegas seperti ini kita bisa mencegah semakin merebaknya persepsi yang keliru tentang syariat Islam dan menyebarnya juga kecenderuangn-kecenderungan untuk bertindak intoleran, dan mempercayai propaganda-proganda radikal yang sangat berbahaya bagi keutungan bangsa dan harmoni masyarakat,” katanya.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi sikap yang terus dipertahankan oleh Polri, sehingga kita bisa sungguh-sungguh mencegah dan mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan propaganda radikalisme dan intolerasi yang dikembangan,” sambungnya.

Seperti diketahui, Polda Jawa Barat menetapkan habib Bahar Bin Smith sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang mengandung SARA.

Penetapan tersangka terhadap Bahar setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan diperkuat dengan bukti-bukti lainya. Selain Bahar, pengunggah Video berinisial TR juga saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.

Bahar Bin Smith dijerat dengan Pasal 14 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45a UU ITE jo Pasal 55 KUHP.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini: