alexametrics

Korban First Travel Minta Bantuan Kejagung

4 Desember 2019, 16:52:30 WIB

JawaPos.com – Jamaah korban penipuan haji dan umrah First Travel (FT) mendatangi kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) kemarin (3/12). Mereka meminta bantuan hukum dalam pengusutan kasus tersebut sebelum pelelangan aset. ”Saya masih berharap bisa berangkat atau dikembalikan uangnya,” ujar Wiji, 46, salah seorang korban, sambil menangis.

Calon jamaah asal Wonogiri itu dijanjikan berangkat pada Maret 2017. Wiji menyetorkan uang ke FT sejak 2012 dengan total hampir Rp 40 juta untuk berangkat haji bersama ibunya. Beberapa kali dia diminta menambah setoran uang hingga belasan juta rupiah sebelum jadwal keberangkatan yang dijanjikan. ”Saya minta tolong dengan sangat supaya Kejaksaan Agung bisa membantu agar ada keadilan bagi korban,” imbuhnya.

Wiji dan ratusan korban lain juga meminta pendampingan dari Kantor Hukum Pitra Romadoni Nasution. Pitra berharap Kejagung bisa menunda pelelangan aset FT dan menuntaskan ganti rugi terhadap korban yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang itu. ”Kami meminta penundaan lelang secara resmi. Kalau itu sudah dieksekusi lelang, berarti asetnya sudah dirampas negara. Sementara sekarang belum sehingga masih ada kemungkinan lainnya,” terang dia.

Pengajuan ke Kejagung, lanjut Pitra, didasarkan pada kewajiban kejaksaan sebagai pengacara negara untuk memberikan bantuan hukum bagi masyarakat.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : deb/c9/ayi


Close Ads