JawaPos Radar

Gerindra: Isu 25 Juta DPT Ganda Hasil Diskusi Elite Parpol

04/09/2018, 13:12 WIB | Editor: Imam Solehudin
DPT Ganda
Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco. Sufmi membantah bahwa jika isu 25 juta pemilih ganda digunakan sebagai alat kampanye. (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah bahwa isu 25 juta pemilih ganda yang digulirkan oposisi, merupakan strategi kampanye. Justru persoalan pemilih ganda merupakan sebuah temuan setelah berdiskusi di tingkat elite parpol.

"Bukan (strategi kampanye), kami waktu rapat koalisi itu kemudian juga membicarakan masalah ini (25 juta pemilih ganda). Nah ada beberapa kesamaan (pemikiran) sehingga kemudian timbulah pernyataan bersama seperti yang disampaikan tadi malam," kata Sufmi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/9).

Dia menyebut sejumlah elite parpol pendukung Prabowo-Sandi itu pun telah melakukan perhitungan yang cermat, sebelum mengeluarkan pernyataan 25 juta pemilih ganda dalam DPT.

Alhasil, dalam perhitungannya mereka melihat sejumlah persoalan mulai dari NIK, sampai nama ganda dalam pemilih di Pilpres 2019.

"Mereka (elite parpol) sudah sisir memang tampaknya di DPT ada kekeliruan mungkin. Ada yang ganda NIK-nya. Ada yang namanya mirip tapi NIK-nya sama, sehingga mereka sudah hitung akumulasinya (25 Juta) tapi saya pribadi belum hitung," ungkap Dasco.

Menurut Dasco, kekhawatiran mengenai DPT yang memiliki pemilih ganda itu bukan hanya takut disalahgunakan oleh oknum pasangan calon. Lebih jauh itu, persoalan tersebut dapat menghilangkan hak pilih masyarakat Indonesia jika dibiarkan.

"25 juta itu bisa juga kemudian menghilangkan hak pilih orang yang harusnya masuk kemudian tidak masuk. Karena itu kan total dari pemilih yang terdaftar di KPU," ucapnya.

Atas dasar itu semua, dirinya meminta KPU untuk tak cepat-cepat untuk menetapkan DPT di pemilu dan pilpres 2019 mendatang. Dia meminta bersama-sama untuk memkoreksi DPT.

"Harapannya KPU tidak cepat-cepat menetapkan DPT kemudian mari kita sama-sama memperbaikikita sisir ulang bersama-sama supaya kemudian DPT yang ada menjadi sempurna," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up