alexametrics

Verifikasi Dugaan Pelanggaran HAM

Terkait Kerusuhan 21-22 Mei
4 Juni 2019, 16:54:55 WIB

JawaPos.com – Pengaduan terkait kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta terus diverifikasi lembaga advokasi dan kemanusiaan. Hingga kemarin, ada tujuh pengaduan yang masuk. Isi aduan hampir sama dengan sebelumnya. Yakni, berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Andriyani menuturkan, pemantauan lapangan serta pendirian posko dilakukan bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan LBH Pers. Itu dilakukan untuk meminimalkan kabar bohong (hoaks) yang bertebaran di media sosial (medsos). “Kami juga ingin memastikan penegakan hukum berjalan sesuai prinsip-prinsip fair trial dan HAM,” terangnya kemarin (3/6).

Yati menjelaskan, tujuh pengaduan yang diterima memiliki pola sama. Yaitu, proses hukum yang tertutup, tidak diberikannya tembusan surat perintah penangkapan dan penahanan, penyiksaan, serta pelanggaran hak-hak anak.

Menurut Yati, dari pengaduan itu, pihaknya mendapati adanya dugaan pelanggaran HAM. Salah satunya terkait dengan dugaan penyiksaan. “Diduga keras terjadi penyiksaan karena para tersangka tidak diperbolehkan bertemu dengan keluarga atau pihak lainnya. Hal tersebut mengindikasikan ada hal-hal yang ditutup-tutupi dalam proses hukum,” katanya.

Selain itu, Yati menjelaskan soal dugaan pelanggaran hak anak. Menurut dia, ditemukan fakta bahwa salah seorang anak berada dalam kondisi babak belur dan kepalanya bocor. Itu merupakan pelanggaran terhadap anak untuk bebas dari kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2002 juncto UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dari pemantauan dan verifikasi tersebut, Yati menyatakan bahwa kasus tewasnya delapan orang selama kerusuhan 21-22 Mei belum bisa diurai secara terang. Baik dari sisi penyebab kematian, aktor, maupun status korban. “Karena itu, kami mendesak kepolisian harus menyelesaikan kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” imbuh dia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tyo/c10/fal)



Close Ads