alexametrics

Kasus Rommy, KPK Panggil Sekjen DPR RI

4 April 2019, 11:31:55 WIB

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Indra Iskandar. Pemanggilan ini terkait kasus suap pengisian jabatan yang melilit mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy).

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, Indra akan diperiksa sebagai saksi untuk Rommy. Nama Indra sendiri pernah dipanggil juga sebagai saksi untuk kasus yang melilit anggota DPR RI Sukiman.

“Kali ini, Indra dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romahurmuziy),” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).

Selain Indra, Febri mengatakan pihaknya juga memanggil tiga saksi lain untuk Rommy. Mereka ialah Afridul, Ari Haryanto dan Nofia Ridwan dalam posisi sebagai anggota panitia pelaksana jabatan tinggi Kementerian Agama (Kemenag) pada Sekretariat Jenderal.

Dia pun berharap agar para saksi bisa menghadiri panggilan KPK dan memberikan keterangan secara kooperatif. “Bisa memberikan keterangan yang diperlukan oleh tim KPK,” imbuhnya.

Terkait hal apa yang akan dicecar oleh penyidik, kemungkinan akan ditanyai perihal proses seleksi pejabat tinggi di Kemenag. Untuk diketahui, dalam perkara ini, selain Rommy KPK juga menetapkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin sebagai tersangka.

Rommy diduga telah menerima uang Rp 300 juta dari Haris dan Muafaq. Uang suap itu maksudnya agar Rommy dapat mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di kemenag.

Atas perbuatannya Rommy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Intan Piliang