JawaPos Radar

Wow, Mahasiswa Semester 8 Beli Ekstasi di Belanda Pakai Bitcoin

04/04/2018, 16:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Narkoba Bitcoin
Jajaran BNNP Jawa Tengah menunjukkan barang bukti dan tersangka CPI (bermasker). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengungkap peredaran narkotika di wilayah Kota Semarang yang dibeli melalui transaksi bitcoin. Seorang mahasiswa ditangkap karena terbukti menjadi pengguna barang haram jenis ekstasi itu.

Adalah CPI, mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan di salah satu universitas favorit di Kota Semarang, yang ditangkap pada Senin (23/3) malam lalu. Remaja 22 tahun itu diamankan saat hendak meninggalkan warung angkringan tempat ia makan, di Jalan Tirto Usodo Timur, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik.

Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, pada saat digeledah, di dalam tas milik warga asal Perumahan Senam Indah Bandung, Jawa Barat itu ditemukan 9 butir pil ekstasi (MDMA) warna hijau berlogo Tiga Berlian. "Tersimpan dalam sebuah amplop dan plastik di dalam tas," ujarnya saat gelar kasus di kantornya, Semarang, Rabu (4/4).

Berdasarkan pemeriksaan, didapati tersangka memperoleh sembilan butir pil ekstasi tersebut setelah memesannya melalui dark web atau situs gelap. Kesembilan butir tadi dibelinya seharga Rp 800 ribu dengan metode pembayaran transaksi bitcoin atau uang virtual.

Dikatakan Agus, ini merupakan kali kedua tersangka CPI melakukan pembelian pil tersebut. Yang pertama dilakukannya pada Desember 2017 dengan metode sama.

"Jadi dengan uang sebanyak itu, kemudian didapat bitcoin dengan nominal tertentu. Lalu untuk membeli pil yang diduga berasal dari Belanda," lanjutnya.

Pembelian narkoba dengan metode transaksi bitcoin ini sendiri, lanjutnya, tergolong dalam modus baru. Pihaknya baru kali kedua menemukan kejahatan dengan pola serupa sejak temuan awal tahun 2017 lalu.

"Pusat sedang menyelidiki ini juga sejak temuan pertama. Kalau dari kita, akan ditingkatkan sinergi dengan instansi lain terkait," imbuhnya.

Agus belum bisa memastikan apakah CPI termasuk ke dalam jaringan pengedar, lantaran kasus masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. "Sementara pengguna," cetusnya lagi.

Kasus ini sendiri terungkap usai terlaksananya kerjasama BNN dan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, yang sebelumnya menginfokan adanya kiriman paket berisi narkotika. 

"Pengirimnya anonim, dari Belanda dan alamat yang dituju sama lagi (dengan bulan Desember 2017) lewat jasa kiriman kantor pos tanggal 12 Maret kemarin," kata Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil.

Dengan adanya hal ini, pihaknya berjanji akan memperketat jaring pengawasan mengingat kasus ini melibatkan mahasiswa. "Ini mengancam generasi muda dan kedaulatan negara, maka harus ditindak," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up