alexametrics

Lima Anggota TNI Diduga Terlibat dalam Kasus Kerangkeng di Langkat

Hasil Investigasi LPSK soal Kasus Langkat
4 Maret 2022, 14:18:25 WIB

JawaPos.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menemui Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas kasus kerangkeng manusia di rumah pribadi eks bupati Langkat. Lewat pertemuan itu pula, LPSK menyampaikan hasil temuan mereka.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyampaikan, ada tiga poin penting yang disampaikan kepada Mahfud MD. Pertama, peristiwa yang terjadi selama 10 tahun dengan jumlah korban yang sangat banyak itu diduga kuat melibatkan banyak pihak. Hingga kini, belum jelas siapa saja tersangka dalam kasus tersebut. Padahal, kerangkeng itu ditemukan sejak 18 Januari 2022.

Poin kedua, lanjut Edwin, Kemenko Polhukam perlu mengambil langkah koordinasi dan memantau proses hukum yang sedang berjalan. Tujuannya, semua pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

LPSK juga mendorong agar dilakukan pendalaman atas dugaan penganiayaan, perampasan kemerdekaan, dan perdagangan orang. “Serta pembiaran peristiwa yang diduga telah berlangsung lama,” tegas Edwin. Poin ketiga, Kemenko Polhukam harus mendorong percepatan proses penegakan hukum dan pengungkapan perkara. Dia menekankan, seluruh korban kerangkeng manusia itu berhak atas restitusi.

LPSK turut menginvestigasi kasus tersebut. Hasilnya, ada 25 temuan. Mulai pengondisian masyarakat untuk mendukung keberadaan sel, tidak semua tahanan merupakan pecandu narkoba, hingga pembatasan kunjungan.

LPSK juga mendapati perlakuan orang dalam kerangkeng sebagai tahanan. Kemudian, para korban tinggal di kerangkeng dalam keadaan terkunci dan kegiatan peribadatan dibatasi. “LPSK juga menemukan para tahanan dipekerjakan tanpa upah di perusahaan sawit, ada dugaan pungutan, ada batas waktu penahanan selama 1,5 tahun,” paparnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/c18/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads