alexametrics

Tertangkap karena Narkoba, Berikut 4 Cuitan Kontroversial Andi Arief

4 Maret 2019, 16:46:31 WIB

JawaPos.com – Kabar mengejutkan datang dari Partai Demokrat. Salah satu kedernya yang menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal yakni Andi Arief diciduk polisi karena menggunakan narkoba jenis sabu.

Kehebohan ini bermula dari beredarnya foto Andi Arief tengah dipenjara oleh pihak kepolisian. Tersebar pula foto-foto sebuah kamar hotel di kawasan Jakarta Barat, diduga lokasi Andi Arief nyabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh JawaPos.com, Andi Arief tertangkap menggunakan sabu di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat. Alat isap bong dan seorang perempuan ikut diamankan polisi.

Andi Arief memang selama ini menjadi sosok kontroversial. Hal itu karena beberapa cuitannya di akun Twitter miliknya @AndiArief_ mengundang pro dan kontra.

Berikut daftar cuitan kontroversial Andi Arief, dirangkum JawaPos.com, Senin (4/3).

1. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus

Pada 8 Agustus 2018, Andi Arief menyebut Prabowo Subianto sebagai ‘jenderal kardus’ karena lebih mementingkan uang ketimbang koalisi. Ini terkait dugaan mahar politik dari Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS agar mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menjadi pendamping Prabowo Subianto.

“Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus,” cuit Andi Arief.

“Soal mau Rp 500 miliar masing-masing pada PAN dan PKS itu yang membuat malam itu saya men-tweet jenderal kardus. Besar harapan saya dan Partai Demokrat Prabowo memilih Cawapres lain agar niat baik tidak rusak,” kicau Andi Arief.

2. Andi sebut Prabowo ‘males-malesan’ menyapa masyarakat

Pada 12 Oktober 2018, Andi Arief sempat mempertanyakan keseriusan Prabowo Subianto maju sebagai capres. Pasalnya ia menilai Prabowo Subianto tidak serius melawan Jokowi.

Andi melihat, Sandiaga Uno malah terlihat lebih aktif menyapa masyarakat dengan berkeliling‎. Sementara Prabowo sebaliknya. Jarang turun ke lapangan.

“Pilpres itu memilih Presiden. Jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling Indonesia, aktif, enggak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males-malesan, kan enggak mungkin partai pendukungnya super aktif,” kicau Andi Arief.‎

“Pasti banyak yang enggak suka soal kritik saya atas males-malesan Pak Prabowo keliling aktif ke Indonesia ini. Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?” cuit Andi Arief.

3. Andi Arief tuduh PDIP sebagai perusak baliho Partai Demokrat

Pada 16 Desember 2018, dalam rapat akbar di Pekanbaru, Riau, spanduk Partai Demokrat ‎dirusak oleh orang tidak dikenal. Tak lama sesudahnya, Andi Arief lewat akun Twitter miliknya menduga, perusakan itu dilakukan oleh kader PDIP.

“Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh pengurus PDIP. Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dengan kasus lain,” cuit Andi Arief.

4. Hoaks tujuh surat suara di kontainer sudah tercoblos

Pada 2 Januari 2019, Andi Arief sempat membuat kehebohan. Melalui akun Twitter miliknya, dia menyebut ada temuan tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya,” tulis Andi Arief.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Tertangkap karena Narkoba, Berikut 4 Cuitan Kontroversial Andi Arief